artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

KILL YOUR IDOLS: Persepsi Subyektif Tentang Pemberhalaan Modern


By on 2.11.12


Menjadi Idola adalah dambaan setiap "manusia waras" dimuka bumi ini. Menjadi Idola bukanlah sebuah kesalahan atau dosa. Menjadi Idola adalah sebuah pencapaian level surga tertinggi dalam kehidupan ini. Menjadi Idola adalah sebuah kenikmatan yang gak bisa digantikan oleh apapun ... hmm, mungkin itu kali ya yang tersirat dipikiran mereka ketika saya melihat barisan kontestan yang rea panas-panasan mengantri untuk menjadi Idola disebuah pelataran salah satu Stasiun Televisi Swasta yang kebetulan siang itu aku lewati. Kasian ...

Kasian?? Kok?? Iya, kasian mereka, mereka panas-panasan seperti itu untuk menjadi seseorang (sesuatu) yang dipuja-puja, yang disembah-sembah, yang dikejar-kejar, yang selalu ditunggu, yang selalu dimuliakan oleh para "penyembah"nya. Loh, bukannya itu bagus?? Hehe gak bagus juga buat kedepannya ... dikira gampang jadi Idola. Ketika kita menjadi Idola, kita disembah, disanjung-sanjung, dimuliakan ... dan ketika sudah diposisi itu, satu hal yang gak boleh terjadi, yaitu MENJADI MANUSIA. Ya, mereka yang baris disana gak kepikiran kalo mereka bakal memiliki pengikut, mereka bakal dituntut untuk menjadi YANG TERBAIK TERUS MENERUS kalo bisa TERBAIKNYA mendekati level KETUHANAN hahaha berarti Para idola itu harus siap menjadi Dewa atau Tuhan kasat mata kalo gak mau kehilangan pamor dan pengikutnya ... hehe KASIAN. 

Kok KASIAN lagi sih?? Hehe ... iya nih, soalnya penderitaan sang Idola bukan cuma itu soalnya, selain harus memenuhi keinginan penggemarnya, dia juga harus memenuhi protokoler yang ditentukan oleh pihak Korporasi sebagai dalang dibalik kesuksesan mereka, DAN INI LAH YANG LEBIH PENTING!! ketimbang penggemarnya. Karena Sang Idola itu gak lain cuma sosok wayang, boneka, atau patung yang segala bentuknya, gerakannya, warnanya, wanginya itu ditentukan oleh dalangnya yang punya modal. Kalo Si Idola ini mangkir, well ... Sang Dalang akan dengan mudah "menghancurkan" karir dan hidup sang Idola ini. Masa?? Semudah itukah?? Iya, Semudah itu ... Karena apa?? Kan Dalangnya yang punya Media, dan si Idola ini butuh Media buat kelanggengan posisinya. Selain itu, sidalang ini jaringannya sudah tentu LEBIH BESAR dan LEBIH KUAT daripada si Idola ini.

Buat kalian yang antri disana, semoga kalian bisa jadi BERHALA yang baik ya buat penggemar kalian, semoga kalian bisa menjadi BONEKA yang lucu buat anak-anak boss kalian, semoga kalian bisa menjadi ROBOT yang patuh buat Korporasi yang mengangkangi kalian. Semoga.


Idola Adalah Berhala

Ya, Idola atau Idol itu berasal dari bahasa Ibrani yang artinya berhala. Di kamus bahasa Inggris sendiri disebut sebagai A False God (Tuhan Palsu), An image used as an object of worship ( sebuah Imaji yang menggunakan objek untuk disembah). Kalo mau jelasnya liat aja deh nih disini: http://www.thefreedictionary.com/idol

Diatas dikatakan "An image used as an object of worship" ... terus kenapa?? Masalah buat lo?? ... hahaha gak juga sih, ini kata Object atau Objek disini menarik juga buat diangkat. Di Pelajaran Tata Bahasa, kalo ada Objek, pasti ada Subjek-nya. Subjek ini adalah pelaku, yang menciptakan Objek ini. Dan Objek ini adalah si Idola itu tadi. Yang jadi pertanyaan adalah siapakah mereka yang menempatkan posisi Subjek-nya?? Nah seperti yang udah ditulis diatas tadi yang mereka adalah cukong-cukong yang ada di bisnis Industri Musik lah ... mulai dari Pencipta Lagu, Pembuat Video Klip, Broadcast, Label Rekaman, Even Organizer, Sponsorship, dan lain-lain, belom lagi yang ngebajak-bajak di Glodok dan yang jualan CD-CD di emperan ... hehe.


Kill You Idols

Oke, sekarang kita masuk ke fase berikutnya fase dimana kita memusnahkan sang TUHAN PALSU. Bagaimana caranya? Membunuhnya ketika dia jalan sendirian? Di Bomkah dia ketika dia dipanggung? atau disambitin pas lagi manggung?

Wow, pertanyaan-pertanyaan diatas bisa dimaklumin, tapi ada yang lebih efektif buat memusnahkan para Tuhan Palsu tersebut. Yaitu, tinggalkan mereka, Unplugging atau copotin koneksi dengan idola-idola kita. Ya seperti ditulis diatas, para Idola itu cuma Objek ciptaan, cuma Boneka, Robot, atau Patung yang diciptain oleh sebuah sistem yang sebenarnya memiliki maksud dan tujuan tertentu, salah satunya MEMPEROLEH KEUNTUNGAN SEBESAR-BESARNYA DENGAN MENGHANCURKAN POLA PIKIR KITA. Jadi, kalo kita cuma hancurin Idola-nya ya percuma, toh nanti akan ada Idola-Idola atau Berhala-berhala lain yang akan muncul, secara yang nyiptainnya gak diancurin, logis kan? 

Intinya, udahlah lepas semua tentang Idola-Idolaan dan semua latar belakangnya, kalo sekedar suka, kagum dan salut ya wajar, itu bisa dibilang sebuah penghargaan terhadap sebuah karya yang bisa mendapatkan tempat didiri anda. Tapi kalo ampe kudu ngerengek minta duit buat liat konsernya sang Idola yang ampe juta-jutaan padahal ortunya cuma penarik becak INI ADALAH MASALAH, kalo ampe kelakuan, penampilan, ama ciptaannya kudu bener-bener mirip ama Idolanya INI ADALAH MASALAH (kalo Idolanya makan tai, kita kudu makan tai juga gitu??), kalo ampe ada yang ngomongnya "ngelebihin" duit bayaran buat kegiatan sekolah demi majalah mahal yang ada poster idola-nya INI ADALAH MASALAH, kalo ampe ada yang mau disuruh-suruh ampe bedarah-darah cuma biar bisa deket ama Idolanya INI ADALAH MASALAH, kalo ada ampe kudu mati keinjek-injek cuma buat megang tangan Idola-nya dipanggung INI ADALAH MASALAH, atau ampe kudu ada yang mampus gara-gara DRUGS biar atitudenya mirip idola-nya INI ADALAH MASALAH. Kalo ampe ada yang bunting gak ada bapaknya karena terlalu deket ama Idola-nya INI ADALAH MASALAH, atau kalo ampe ada yang tawuran gara-gara saling menangin Idola-nya INI ADALAH BUKAN MASALAH ... INI ADALAH KETOLOLAN DAN MASALAH YANG SUPER.

INI ADALAH MASALAH, INI ADALAH MASALAH, INI ADALAH MASALAH ... kok kata-kata itu melulu sih yang keluar? Benar! IDOLA KITA INI ADALAH MASALAH ... masalah buat orang tua, masalah buat orang banyak, masalah buat kalian sendiri, juga masalah buat saya (kalo bukan masalah, ngapain juga nulis artikel ini hehehe). Kita dihipnotis untuk menjadi atau mengikuti Boneka-boneka ciptaan sebuah sistem PROFIT ORIENTED. Mereka (sistem ini) gak peduli gimana kita ngerangkak-rangkak ampe bedarah-darah cuma biar bisa salaman doang ama boeka-boneka Idola ciptaan mereka. Mereka mah cuma peduli ama KEUNTUNGAN SEBESAR-BESARNYA BUAT MENANGIN KELOMPOK MEREKA (Elitis).

Nah, gimana? masih ada yang mau ditanyain? mudah-mudahan enggk ya? selanjutnya terserah anda, anda mau jadi Idola yang padahal cuma Boneka, Robot atau Patung dibalik manipulasi raupan KEUNTUNGAN kelompok elit sebuah sistem? atau cuma mau jadi Penggemar Fanatik atau Fans yang posisinya sebenarnya menjadi Objek paling menderita. Kalo gak mau jadi dua-duanya ya udah, sekarang unplugging atau copotin deh hubungan ke Idola-Idola kalian, biar kalia bisa lebih memilih mana yang enak atau gak enak dinikmatin, secara banyak hal yang mesti dinikmatin di kehidupan ini ketimbang harus ngikutin Idola-Idola, Berhala, dan Tuhan Palsu kalian. Sekedar suka, atau salut, atau kagum itu wajar ketimbang harus nge-worship (nyembah-nyembah) sama hal yang sebenernya juga cuma boneka kaum kaum elit yang rakus akan KEUNTUNGAN BESAR ...

Terus, siapakah Kaum-kaum elit itu?? Siapa ya?? kasih tau gak ya?? Oke deh nanti yang berikutnya kita bahas siapa Kaum Kaun Elit ini ... siapa dibalik kebobrokan sistem PEMBERHALAAN ini ... Eh, ngomong-ngomong, makasih ya udah mau baca tulisan saya ... Salam Sejahtera, semoga hidup kalian berada ditengah-tengah kebebasan sejati kedepannya ...


Ditulis oleh: Dimas Djoenaedi
Kontribusi awal sebuah proyek yang bernama "Membunuh Dominasi"

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan