artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

BERTANI ATAU MATI!! Kronologis Penyerangan dan Penangkapan ED Sumsel (Anwar Sadat)


By on 31.1.13

Berikut adalah sebuah tulisan yang juga merupakan kronologis dari sebuah sikap ketidakberpihakan dan kesemena-menaan Aparat Kepolisian yang dibantu Preman bayaran. Mereka dibayar para Pemodal yang ingin menyerobot hak rakyat setempat. Ini hanyalah gambaran, betapa Kepolisian tidak pernah berpihak kepada kepentingan Rakyat, tapi untuk kepentingan yang bayar saja!! POLISI ANJING!!


Pada tanggal 29 Januari 2013, telah terjadi tindak penganiayaan dan penangkapan secara paksa terhadap Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Selatan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Penangkapan dan penganiayaan saudara Anwar Sadat ini terkait dengan upaya WALHI Sumatera Selatan mendampingi petani Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Propinsi Sumatera Selatan yang menuntut keadilan atas pengerusakan mushola dan penangkan yang disertai penganiayaan terhadap beberapa petani pada tanggal 25 Januari 2013 lalu.

Sejak tanggal 28 Januari 2013 WALHI Sumsel mendampingi para Petani melakukan aksi di depan Mapolda Sumatera Selatan untuk menuntut dibebaskannya petani yang ditangkap secara paksa oleh Kepolisian Resort Ogan Ilir yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Ilir Deni Dharmapala.

Berikut Kronologis penangkapan dan penganiayaan Petani Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir pada saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tanggal 25 Januari 2013 :
  1. Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh warga Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat – Ogan Ilir diselenggarakan pada Hari Jum’at Tanggal 25 Januari 2013 di lahan yang selama ini disengketakan antara masyarakat dengan PTPN VII Cinta Manis;
  2. Pukul 14.30 masyarakat mulai berkumpul untuk melaksanakan ritual Maulid Nabi Muhammad SAW;
  3. Sambil menunggu kehadiran PENCERAMAH, warga melakukan persiapan acara; memasang kaligrafi, bendera, memasang spanduk, dan membuat spanduk peringatan Maulid Nabi Muhammmad SAW
  4. Pukul 15.30 sekitar 1000 orang yang terdiri dari Aparat Kepolisian Polres Ogan Ilir, Kodim, Pemda Ogan Ilir, dan Preman mendatangi warga yang berjumlah sekitar 200 orang yang terdiri dari Ibu-ibu, laki-laki dewasa, pemuda, dan anak-anak yang posisinya saat itu kebanyakan telah berada di dalam Mushalla;
  5. Di dalam Mushalla, Kapolres Ogan Ilir (AKBP Denni Dharmapala) menyatakan bahwa kedatangan mereka hanya untuk Silaturahmi, namun dilanjutkan dengan arahan untuk mendata warga dengan alasan guna mengetahui siapa-siapa saja dari warga yang memiliki lahan. Warga menyatakan bahwa mereka semua pemilik lahan. Atas pernyataan warga tersebut Kapolres Ogan Ilir (AKBP Denni Dharmapala) mengatakan bahwa tindakan warga telah menyalahi hukum, dan langsung Kapolres menekankan 2 (dua) pilihan ke masyarakat, yakni; masyarakat harus meninggalkan lahan dan proses hukum tidak akan diteruskan atau jika tetap berada di lahan maka Polisi akan melakukan tindakan hukum kepada warga. Terhadap pernyataan ini masyarakat menyatakan bahwa lahan yang mereka manfaatkan saat ini merupakan lahan masyarakat. Terjadi silang pendapat berulang-ulang antara warga dengan Kapolres Ogan Ilir, dan Kapolres tidak lagi memiliki argument yang dapat menekan warga, Kapolres menekankan kembali bahwa masyarakat telah bertindak melawan hukum, dan Kapolres perlu menjalankan kewajibannya, untuk itu warga yang merasa mengklaim lahan harus didata;
  6. Warga menolak dan secara bersamaan keluar dari dalam Mushalla dan mendekati kebun karet pribadi milik warga yang berjarak ±5 Meter dari Mushalla;
  7. Di areal kebun karet tersebut warga memulai kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan diawali membaca Surat Yasin, Tahlil, dan Zikir yang sesaat kemudian langsung dikepung oleh fihak Aparat;
  8. Pada saat warga membaca Yasin, Tahlil, dan Zikir tersebut 1 (satu) orang warga bernama Ali Aman bin Bain (52 Tahun) yang berada dipinggir barisan Jama’ah/massa dipukuli oleh Aparat dan Preman dengan menggunakan kayu dan tangan kosong, serta diancam pistol dan akan diangkut ke mobil, namun yang bersangkutan mempertahankan diri;
  9. Secara bersamaan Musollah AZ-ZAHRA yang dibangun warga dihancurkan Aparat, dan disusul dengan penangkapan serta pemukulan terhadap banyak warga lainnya dengan alasan memeriksa Senjata Tajam, yang disertai dengan perintah oleh Kapolres OI untuk Menembak
  10. Spontan masyarakat hampir keseluruhan berdiri sambil meneriakkan Takbir:Allah Akbar;
  11. Aparat terus memukuli dan menangkapi warga, dan wargapun mengambil inisiatif bergeser mundur dari Kebun Karet ke arah rerimbunan pohon yang berjarak ±10 Meter dari Kebun;
  12. Aparat mendekati warga, dan atas situasi ini sebagian warga memilih menghindar dan sebagian lagi tetap bertahan, hingga pada pukul ±18.30 hampir seluruh warga mengambil keputusan kembali ke Desa;

Keterangan korban dan kerugian warga;

  1. Dalam kejadian ini banyak warga mengalami pemukulan, setidaknya tercatat 5 orang warga dianiaya dan akan ditangkap, yakni; Ali Aman bin Bain (52 Th), Asmadi bin Abdul Hadi (cidera pada kaki kanan), Yuden bin Sya’i (memar pada punggung), Syakfan bin Safar (24 Th), dan Samroni (50 Th).
  2. Sementara warga yang ditangkap dan dibawa ke Polres Ogan Ilir sebanyak 1 orang bernama Suardi bin Damiri (32 Th).
Kronologis kejadian Pembubaran, dan penangkapan Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Selatan, Aktifis WALHI Sumsel dan Petani Sumsel. Aksi dimulai jam 13. 00 Wib diikuti sedikitnya 500 orang, longmarch dari Simpang Polda Menuju POlda sumsel yang jaraknya sekitar 200 meter. Sesampai di depan markas polda sumsel, massa aksi pun mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan organisasi yang ikut dalam aksi tersebut, dedek chaniago dari Walhi Sumsel, Serikat Petani sriwijaya Kabupaten Musi banyuasin.. dan berbagai organisasi lainnya Sarekat Hijau Indonesia, SPI Sumsel, dan Ikatan pemuda islam Sumsel.

Selanjutnya massa pun melakukan pembacaan surat yasin secara bersama sama dan dilanjutkan dengan melakukan sholat ashar secara berjamaah di depan Pintu Gerbang Polda Sumsel. Setelah selesai melakukan sholat berjamaah Dedek chaniago yang juga coordinator Aksi hari ini kembali melakukan orasi dengan menuntut agar POLDA sumsel Agar Kapolda segera mencopot Kapolres Ogan Ilir, AKBP Denni Dharmapala, karena dengan otoritas yang dimilikinya terus saja mengulangi kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat. Sebagaimana diketahui bahwa hingga saat ini AKBP Denni Dharmapala masih dipercaya menjabat Kapolres Ogan Ilir, sementara yang bersangkutan merupakan penanggung jawab utama di lapangan dalam tragedi berdarah 27 Juli 2012 di Desa Limbang Jaya – Ogan Ilir yang menyebabkan meninggalnya Angga bin Dharmawan (13 Th), teramputasinya lengan kanan Rusman (36 Th), dan beberapa warga lainnya mengalami luka tembak, puluhan orang dikriminalisasi, serta hampir banyak rakyat mengalami traumatik yang dalam hingga saat ini;

Mempertanyakan kepada Polres Ogan Ilir dasar dan alasan penangkapan warga Desa Betung atas nama Suardi bin Damiri (32 Th), karena penangkapan tersebut menunjukan dan mengesankan bahwa Polres Ogan Ilir telah bekerja secara tidak profesional dan proporsional; Kembalikan tanah rakyat Desa Betung yang telah dirampas oleh PTPN VII Cinta Manis; Secara mutlak hentikan turut campur Polri/TNI dalam konflik agraria.

Tepat sekitar pukul 16.30 Wib Tiba tiba terlihat oleh massa aksi, pasukan polisi ingin melakukan pergerakan untuk membubarkan massa dengan melakukan penyerbuan, memukuli dan menangkap Anwar Sadad, Direktur Eksekutif Walhi Sumsel dan menyebabkan Anwar Sadad alami pecah dikepala, dan selanjutnya diikuti oleh penangkapan dan pemukulan terhadap sedikitnya 25 orang aktifis dan petani lainnya.
Saat ini kondisi teman teman aktifis dan petani yang ditangkap masih berada di Polda Sumsel.

Berikut beberapa nama nama aktifis dan petani yang ditangkap berdasarkan informasi sampai dengan Jam 19:00 WIB
1. Anwar sadat Direktur Walhi sumsel dengan kondisi Pecah di kepala
2. Dedek Chaniago Staf POPER Walhi Sumsel dengan kondisi luka memar di sekujur tubuh
3. Doni Agustian Walhi Sumsel dengan luka memar
4. Kadir humas Serikat Petani Sriwijaya Kab MUBA dengan luka memar di wajah.
5. Ahmad Yani Serikat Petani Sriwijaya Kab OKI dengan Luka di Muka.
6. Muhammad Serikat Petani Sriwijaya Desa Betung KAB OI dengan retak di dada.
7. Fikri SPS desa Sunur Kab OI dengan Luka memar di kepala.
8. Kamal SPS desa sunur Kab Ogan ilir pecah Kepala.
9. Am SPS Kab MUBA memar kena terjang.
10. MEMET Persatuan pemuda Islam Sumsel Muba dengan Luka memar.
11. Rosita (perempuan) SPS Betung ogan Ilir dengan Luka Memar di pungung dan paha

Sumber: Facebook

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan