artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

“TIDUR PUN KAMI BERMIMPI PERANG” Sebuah Pengantar dan Panduan Menjadi Machoman


By on 19.3.13

“TIDUR PUN KAMI BERMIMPI PERANG” 
Apa yang terpikir di benak kalian saat mendengar penggalan kata diatas..Kalo saya jujur, membayangkan sekelompok pasukan barbar bersenjata lengkap dengan rumbai dan penutup kepala dari tengkorak hewan buas. Berseru, “Tidur pun kami bermimpi perang” sembari memutar–mutar semacam gada dipenuhi dengan duri berlumur darah, mengacung-acung pedang terhunus ke arah lawan, atau sambil berlarian dengan muka cemong dan menunggang kuda ala William Wallace di film Braveheart.

“TIDUR PUN KAMI BERMIMPI PERANG” Sungguh sebuah kata-kata yang bermakna magis, dan sangat powerful menurut saya, …menggentarkan raga ,menggoyahkan serta sekaligus mengintimidasi psikologis lawan. Dilain sisi sangat menguatkan bagi siapapun yang mengumandangkan nya.. 
Kembali ke realita, saya di kaca jendela sebuah metromini, tegang dan hanya diam saja. Seharusnya saya mungkin menunduk, saat sebuah batu menghantam partisi kaca tepat disebelah jendela tempat kepala saya bersandar tadi. 

Pranggg!! , cantikk,sejengkal lagi saja batu itu mungkin akan membuat saya menangis histeris dan menyeringai melebihi euronymous ...Tangisan yang mungkin akan mengalahkan rekor tangisan saya dulu saat sang mantri sunat secara serampangan memotong kulit kelamin saya kecil. “Bapak mengganti kupluk mu dengan helm perang nak.. supaya kamu bisa menjadi lak-laki yang sejati” begitu pesan sang mantri dalam usaha membujuk saya berhenti menangis.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Anjingg lo, majjuu sinii,,majuu,,,bangsaatt..pranggg,,pranngg,,, 

Semua kebisingan itu terlalu overload sehingga hanya bisa dicerna oleh otak saya sebagai suara senyap…sinnnnnnkkk.......diam dan senyap seperti di film-film, semuanya seakan bergerak slow motion.. semuanya berubah menjadi kelabu.. bukan mendadak mellow, tapi kelabu dalam arti sebenarnya..
Luar biasa..metro apes yg saya tumpangi mendadak sesak oleh sekompi batalion putih kelabu bersenjata lengkap (sebut saja : klewang, parang, gear, samurai, ketapel, obeng hingga martil yang telah dimodifikasi), membuat saya merasa seolah terjebak di Survivor episode terakhir. Survivor edisi metro apes menuju nerakaa…cilaka 12.

Saat itu juga,saya langsung terbayang wajah ibu yg membesarkan saya hingga sebegini tua..wajah pacar..yang belum sempat saya nikahi..dan teman-teman yg belum sempat saya traktir disaat ultah..yaa tuhann tolooongg..saya masih ingin hidup lebih lama lagi tuhan..atau paling tidak please banget endingnya jangan di metromini..

Mendadak pula saya terbayang secara jelas wajah seorang teman (sebut saja Asep) yg sempet berceloteh tentang jakarta..

”Jakarta itu kota yg aneh sob, kita tuh bisa mati karena apa saja disini, lo sebutin deh..mulai dari ledakan tabung gas 3 kilo gram, pendarahan terkena benang gelasan..keracunan bakso cilok atau sambal cakwe, hingga terjebak di baku hantam perang kota antar STM.."

*Saat berceloteh demikian, teman saya ini, baru saja dirawat di rs karena harus kehilangan jempol kakinya saat berkendara tanpa alas kaki pada saat hujan besar. Jempol nya hilang terpenggal foot step motor lain. (Lucu sekaligus tragis nasib si Asep ini)

Beberapa saat berlalu, ditengah kegalauan dan kegundah-gulanaan luar biasa berhadapan dengan sang maut..Saya tergugah, oleh sebuah teriakan lantang..sangat lantang, membakar kalbu, membuat saya merasa terbangkitkan..suara itu seolah menyeret saya kembali..dari kondisi terguncang hebat..ke dalam kondisi seperti sehabis menonton penggalan celoteh Maz Jobrani di axis of evil comedy tour. “TIDUR PUN KAMI BERMIMPI PERANGG” …dalam semi-semi menanggis..saya tertawa sangat geli....

Dalam terror begini tetap saja ada canda..hahaha…apa sih ini, negri apa sih ini..lucuu ga sih menurut kalian..seorang anak berseragam sekolah berselempang tas berisi buku pelajaran dengan mantab meneriakan kata-kata yg pantas nya diucapkan oleh kawanan viking barbar pencinta perang..haddeeehh.. Kalian itu lucu-lucu dan menggemaskan sebenarnya..lucu tapi kok membajak metro, lucu tapi kok bersenjata, sungguh lucu yang membunuh…

Saya hanya bisa tersenyum dalam terror ini. Karena hanya dengan tersenyum, membuat saya terlihat lebih kuat ditengah negri ngeri penuh kekerasan ini.. Tersenyum getir dikepulan asap kota yg menuju punah. Kalau saja bangsa saya ini hidup di jaman medieval, mungkin Viking atau Sparta pun minder ketika berhadapan dengan bangsa saya. 
  
TIDUR PUN KAMI BERMIMPI PERANG hanya sebuah rangkuman tak berstruktur dari kegelisahan, kemarahan serta ketidak-berdayaan saya, dan mungkin kita semua.. dihadapkan pada puluhan ribu kasus-kasus kekerasan yg terjadi disekitar kita setiap harinya. Baik yang kita lihat dan dengar di media massa, atau yang kita alami sendiri di ladang darah ibukota. Mulai dari pemukulan siswa oleh oknum guru, penyiksaan anak oleh orang tua, perang dan pembantaian antar kelompok, perampokan, pemerkosaan, mayat ditengah jalan, dibakar massa karena diteriaki maling. Saya dan mungkin kalian..cepat atau lambat..akan dipaksa bermimpi perang pada saat tidur.. (Ayudhia Virga)

Diam Menakutkan, Bergerak Mematikan. By Rame-Rame All Base 

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan