artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

TRAGEDY, Live in Jakarta


By on 25.3.13

Ada kelakar terlontar dari salah satu temen gue di Bogor, menyikapi dipilihnya hari Rabu sebagai hari Tragedy: "Panitianya pasti pengangguran nih!". Keluh itu mewakili suara-suara lain dari kota hujan, suara mereka yang urung menonton Tragedy karena terbentur hari kerja. Bisa disimpulkan betapa penasarannya gig-go-ers dengan performa Todd dkk, apalagi bagi mereka-mereka yang masih terjangkit demam d-beat/crust/neocrust/whatevacrust. 

Alhasil hanya gw dan Juned, delegasi Bogor yang menyambangi gig yang dibuka oleh penampilan dua band lokal keren, SLOTH dan Peace or Annihilation. Sepertinya ini trik menarik pengunjung yang jitu, karena bagi gue, dua band itu hampir merepresentasi musikalitas Tragedy. Raungan distorsi kotor melambat sludgish SSSLOTHHH (Bandung) seperti mewakili arah musik Tragedy di album paling terbarunya Darker Days Ahead. Tampil awal, band ini cukup membuat gua headbang minor dalam hening atmosfer sludge-nya yang kental (tsaahhh..). Kelar SSSLOTHHH tak lama berselang giliran band raw d-beat ibukota yang paling guahar naik panggung, Peace or Annihilation (P.O.A). Udah lama juga gak nonton mereka live on stage. Bila sebelumnya SSSLOTHHH main kotor tapi rapih, P.O.A seperti biasanya absolut kotor!! gak ada alasan buat gak "berpogo pacul" di tiap track-track yang mereka geber. Segann.

Kuartet Baskoro, Ari, Toto dan Iing menyudahi penampilan mereka dengan maksimal, venue pun perlahan steril. Sudah menjadi kultur gig di manapun, "cari angin" "Sebats (isep sebatang rokok) dulu" atau sekedar "kencing dulu" menjadi perlu, sebelum menonton band yang akan perform selanjutnya.

Dari "sebats" akhirnya jadi "sebir" dulu dan akhirnyaa hampir aja gua ketinggalan 1 lagu dari Tragedy, yang ternyata udah main. Conflicting Ideas, yang selama ini cuma gw dengerin lewat mp3 player, kali ini tersaji nyata, meraung raung di kuping. Todd, Billy, Yanick dan Paul berhasil memancing crowd untuk meletupkan emosi lewat sing along di tiap lagu-lagu mereka. Kualitas live mereka terjaga rapi, hampir sama dengan rekaman-rekaman mereka yang keren (ok kalo boleh jujur, gua ga begitu suka Darker Days Ahead). Encore, mereka gak mau audiens ngentang, dan mereka tau, "The Day After" dijadikan penutup dari penampilan mereka di Rossi, Fatmawati, malam itu. 

Gig yang cukup keren itupun berakhir. Di luar venue, gua menyaksikan personel2 yang diberondong ajakan berfoto/sekedar ngobrol dan mereka berempat tampak melayaninya dengan ramah. Nice. At least, pun panitia2 acara ini (seperti kata temen2 gue) katakanlah pengangguran, setidaknya mereka pengangguran yang punya kualitas kolektif yang baik....dan mengorganize gig dengan baik pula. Sekian.

words by: Nanda (FAKK)
Liat juga kumpulan fotonya disini
=========================================================================
MARI BELAJAR MENULIS GIGS REPORT YUUKKS??....
"Suatu hari kamu datang ke gigs, terus kamu seru-seruan di gigs ... pogo, ketemu temen2 jauh, minum-minum, ketawa ketiwi, liat band yang kamu suka, dan cerita seru lainnya ... setelah itu kamu pasti cerita-cerita seru sama temen-temen kamu tentang apa yang kamu lihat di gigs tadi, dan tanpa kamu sadari kamu telah membuat semacam Gigs Report secara lisan ... nah, kenapa gak kamu coba untuk bercerita lewat tulisan?? ... kami yakin kalian punya potensi kearah sana (menulis) ... kalo kalian tertarik, kami siap menampungnya, kirim aja ke: noiseblast.media@gmail.com ...."

SEKARANGLAH SAATNYA KAMU MENCERITAKAN APA YANG TERJADI SEKELILINGMU ... DAN KAMU PASTI BISA ... SEMANGAT!!



KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan