artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

WASTED TOUR BALI 2013


By on 17.3.13

Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa temen-temen yang kebanyakan adalah pemuda nganggur yang kerjaanya hanya nongkrong tiap malem plus doyan koar-koar nuntut ini itu di twitter tapi minim aksi nyata ini akan melakukan tour sekaligus ‘dolen’ ke Bali. Yeah, Wasted Tour 2013. Kami sangat senang ketika hari keberangkatan sudah fix, terlebih dari kami sangat menggebu-gebu untukmenyambut hari H dari Wasted Tour ini, atau bahkan lebih senang dan mengebu-gebu dari orang lain yang ingin melihat 2 band luarkota yang melakukan tour dan mampir ke kota Malang beberapa hari sebelum kami berangkat. Bagaimana tidak senang? Buat band ecek-ecek seperti Bangkit Melawan dan Free Speech ini bisa melakukan tour ke pulau seberang sekaligus liburan dan bertemu beberapa temen dari Bali sendiri, hal ini dibuktikan dar ibeberapa perkataan temen-temen saat nongkrong, “wes gak sabar pengen ladub aku”.

Tepat tanggal 25 januari 2013 kami berangkat dari terminal Arjosari pukul 6 sore menuju PulauDewata. Setelah bus jalan ke luar kota Malang beberapa dari kami ada yang tertidur pulas. Tepat pukul setengah 2 dini hari kami sampai di pelabuhan Ketapang kemudian naik kapal dan jos! Merapat ke Pulau Bali. Lalu kami pun melanjutkan perjalanan hingga sampai di tujuan.Weits ternyata perkiraan melenceng jauh dari rencana awal. Sebelum berangkat kami memang sudah janjian dengan pihak bus buat turun di terminal Ubung, tapi petugas dari terminal Mengwi tidak memperbolehkan kami untuk turun di terminal Ubung, jadi kami terpaksa turun di terminal Mengwi. Setelah ‘tolah-toleh’ beberapa menit kami akhirnya memutuskan untuk menyewa mobil dari terminal Mengwi ketempat tujuan. Akhirnya sekitar pukul 6 pagi kita sampai di tempat penginapan kami, kantor Walhi Bali. (Walhi Bali ini bukan penginapan layaknya hotel atau villa Songgoriti, Walhi adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, yang merupakan forum kelompok masyarakat sipil yang terdiri dari organisasi non-pemerintah, kelompok pecintaalam, dan kelompok swadaya masyarakat yang didirikan sebagai reaksi dan keprihatinan atas ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam dan sumber-sumber kehidupan, sebagai akibat dari paradigma dan proses pembangunan yang tidak memihak keberlanjutan dan keadilan.) Walhi Bali ini juga biasa digunakan temen-temen Denpasar Kolektif untuk berkumpul juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti workshop, pameran, dan lain-lain.

Sesampainya di Walhi saya dan beberapa temen-temen lantas mengistirahatkan badan dan tertidur pulas hingga siang. Kemudian pada sore hari, beberapadari kami ada yang pergi untuk mencari persewaan mobil karena tidak dapat menahan hasrat pengen keluyuran di Bali, tapi hasilnya zonk dan baru bisa nyewa mobil ke-esokan harinya. Jadi kami tetap stay di Walhi nyobain ‘armada’ khas bali sambil ngobrol-ngobrol sama temen-temen disana hingga larut pagi. Sebenernya akan lebih hemat jika kami menyewa mobil dari Malang, karena ketika di Bali kita gak usah bingung-bingung nyewa mobil dan menyewa ini itu tapi hal itu baru kepikiran setelah saya dan temen-temen sudah membeli tiket bus pulang-pergi. Kesalahan memang.

Minggu, 27 januari 2013.Lebih kurang sekitar jam 10 pagi waktu setempat, kami terbangun dan pusgikol. beberapa dari kami ada yang langsung mengambil mobil di persewaan mobil, ada juga yang ngebersihin dan merapikan tempat tidur. Setelah semua beres kami langsung mandi dan menyiapkan segala kebutuhan buat gigs seperti lapakan dan lain-lain, kemudian kami sarapan dari hasil masakan temen-temen Denpasar Kolektif (masakannya mantapppss) dan berangkat menuju venue gigs pertama hari ini (Ternyata venue pertama dipindah karena ada orang meninggal). Sesampainya di venue saya kaget, ternyata di luar perkiraan saya. Venue tempat kami bermain adalah tempat yang view didepan stage nya adalah sawah dan pegunungan. Selain itu disana kita bisa melihat sedikit sunset. Wuah sangat keren! Sekitar sore pukul 6 Bangkit Melawan unjuk gigi, dibuka dengan Tak Kenal Menyerah kemudian track-track mereka seperti Muda Berbahaya dan Amorfati. Untuk Tour kali ini Bangkit Melawan tidak diperkuat oleh personil asli, karena beberapa dari mereka ada keperluan sehingga posisinya digantikan oleh beberapa temen-temen. Oke kembali ke gigs, Crowd agak sepi, hanya sekitar 10 sampai 15 orang yang meramaikan mosphit. Tapi itu bukan masalah, karena kami merasabermain di kotasendiri, itu dibuktikan dengan penyambutan dari temen-temen disitu yang ramah dan sangat terbuka menerima kami. Tidak ada jarak, tidak ada barikade, kami sangat dekat dengan mereka. the thing that stands out the most is the fact that I have met so many awesome people.

Setelah Bangkit Melawan beberapa band tuan rumah perform, saya kehilangan momen ketika band-band tuan rumah tampil karena beberapa alesan saya harus mondar-mandir ke toilet dan beli air mineral. Lantas saya kembali ketika Escape From Hell bersiap-siap di atas panggung. Langsung saja dengan vokalis yang ‘seloworan’ dan banyak 'merongki', Escape From Hell berhasil menghajar crowd dengan music ala Scholastic Deth. Cepat, teriak dan lugas. Next, ada Free Speech. Seperti biasa, show dibuka dengan lagu Have Fun kemudian dilanjutkan dengan nomor-nomor seperti Love is Moment, Pay To Cum, Hate dan lain-lain. Stage dive, circle pit menjadi pemandangan yang sangat keren di tengah-tengah matahari yang mulai turun. Kemudian acara ditutup manis oleh segerombolan pemuda d-beat, Crisis Terror. Kami pun bergegas pulang ke Walhi dan mencari santapan. Sesampainya di Walhi beberapa dari kami ada yang langsung mandi dan istirahat dan adajuga yang melanjutkan keluyuran untuk menikmati suasana malam di Pulau Dewata.

Hari ketiga, seperti biasa kami bangun terlalu siang sekitar pukul 1. Kemudian setelah semua beres sekitar pukul 4 kami bergegas menuju Pantai Serangan untuk sekedar bermain air dan me-rileks-kan diri. Saking asiknya bermain di pantai kami hampir lupa, kalau jam 8 kami harus sudah siap di Twice Bar. Tepat pukul 7 kami langsung kembali ke Walhi kemudian menuju Twice Bar. Ternyata acara baru di mulai sekitar pukul 10 malam. Band yang pertama maen adalah Free Speech, kemudian disusul oleh Ugly Bastard. Band yang digawangi oleh Gilang dan kawan-kawan ini cukup menarik perhatian saya, hardcore/punk cepat ala Discharge dengan lirik protes yang dibawakan mereka sangat awesome. Kemudian acara ditutup dengan penampilan Bangkit Melawan, kali ini sebagai lagu penutup mereka mengcover track dari Ramones, Blitzkrieg Bop.

Setelah gigs di Twice Bar selesai, kami langsung bergegas lagi menuju Walhi karena sebelumnya temen-temen Denpasar Kolektif sudah berpesan kalau habis gigs di Twice Bar mereka akan memasak dan makan-makan bersama di Walhi. Yeaah, beberapa jam kemudian kami sampai dan istirahat sejenak lalu makan.Sangat terasa kekeluargaan nya disini, two thumbs up!

29 januari 2013 pagi hari. kami memutuskan pergi ke pantai sanur untuk melihat sunrise. Sambil menunggu matahari muncul kami ngobrol-ngobrol santai dan beberapa yang lainnya foto-foto buat kenangan sebelum meninggalkan Bali. Ternyata di beberapa pantai di Bali telah dipasang beberapa pipa-pipa besar untuk pembuangan limbah-limbah hotel. Hal ini menyebabkan air laut menjadi tercemar dan sampah-sampah menjadi berceceran di pinggir-pinggir pantai. Setelah sunrise terlihat, kami langsung kembali ke Walhi untuk packing barang-barang kami dan kembali ke kota Malang. 

Akhirnya, tanggal 30 januari 2013 kita sampai di Malang. pengalaman yang sangat menyenangkan selama tour ke Bali, ini tidak akan pernah terlupakan oleh kami. Setidaknya tour ini mengajarkan kami tentang bagaimana menjalin komunikasi, bagaimana membangun komunitas tanpa hirarki, bagaimana membangun keluarga yang didasari oleh sikap harmonis dan sadar posisi…. terimakasih Bali, juga terima kasih kepada kantor Walhi Bali yang tempatnya kami kotori. Terima Kasih Denpasar Kolektif yang mau nerima kami disana, dan tak lupa juga terima kasih buat temen-temen dari Malang yang tinggal di Bali, dan terima kasih buat setiap orang yang membantu acara ini. I may not even know your name but I respect ya all the same coz no matter, in the end, hardcore/punk is just a network of friends.

dari: Prana Okta <captainpranaokta@yahoo.com>

========================================================================
MARI BELAJAR MENULIS GIGS REPORT YUUKKS??....
"Suatu hari kamu datang ke gigs, terus kamu seru-seruan di gigs ... pogo, ketemu temen2 jauh, minum-minum, ketawa ketiwi, liat band yang kamu suka, dan cerita seru lainnya ... setelah itu kamu pasti cerita-cerita seru sama temen-temen kamu tentang apa yang kamu lihat di gigs tadi, dan tanpa kamu sadari kamu telah membuat semacam Gigs Report secara lisan ... nah, kenapa gak kamu coba untuk bercerita lewat tulisan?? ... kami yakin kalian punya potensi kearah sana (menulis) ... kalo kalian tertarik, kami siap menampungnya, kirim aja ke: noiseblast.media@gmail.com ...."

SEKARANGLAH SAATNYA KAMU MENCERITAKAN APA YANG TERJADI SEKELILINGMU ... DAN KAMU PASTI BISA ... SEMANGAT!!

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan