artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

NOISEBLAST RECORDING 2014 Next Free Download Release


Sebisa mungkin kami maksimalkan lagi kinerja salah satu kesibukan kami yang berhubungan dengan Noiseblastmedia ini yaitu rilisan free download kami. Ini adalah alih tangan dari salah satu crew kami yang memegang wewenang ini yaitu Noiseblast Recs dikarenakan sakit yang berimbas pada permasalahan dibeberapa akun jejaring social yang masih locked down. Mudah-mudahan dengan datangnya kabar ini teman-teman yang menunggu rilisannya bisa memaklumi adanya. Berikut beberapa rilisan kami yang akan segera keluar dalam waktu dekat ini:

NBR022-2014 YANG PENTING BERISIK!! #4

Kompilasi regular yang sengaja kami buat sebagai salah satu media yang (mungkin) bisa menyambungkan jaringan-jaringan yang terputus. Kompilasi ini tidak (sama sekali) untuk menonjolkan sosok band baru atau idola baru, tapi besar harapan kami dengan kompilasi yang sudah seri ke empat ini adalah munculnya pola komunikasi dua arah atau lebih antara band-band yang mengikuti kompilasi ini. Karena kami percaya, salah satu kenapa komunitas Hc/Punk/Thrash/Grind/Metal masih bertahan sampai sekarang bukanlah karena ‘pemodal’ atau sponsor korporat, tapi adalah jaringan yang semakin kuat dari hari ke hari. Itulah makanya kompilasi ini kami kemas dalam bentuk Free Download.

Setiap edisi dalam kompilasi ini memuat 40 band yang masih dalam ruang lingkup musik bergenre Hc/Punk/Thrash/Grind/Metal didalamnya. Kamipun tidak menyeleksi band-band yang sudah mengirim materinya. Kualitas soundpun kami gak permasalahkan, sebesar atau sekecil apapun bandnya juga bukan masalah bagi kami. Yang jadi permasalahan justru kalau ada band yang musiknya bagus tapi informasi tentang band tersebut kurang lengkap. Kasian kan kalo ada yang suka tapi kebingungan buat menghubunginya hehe.

NBR023-2014 MAENASAL – Senar Karatan Symphonoise

Ya, ini adalah salah satu proyek iseng dari seorang crew kami. Dengan gitar kopong (gitar akustik) butut dan menggunakan uang 500 perak sebagai pick gitarnya, dia bereksperimental menciptakan karakter noise. Ada alasan yang menarik ketika dia membuat ini salah satu diantaranya adalah “gue hanya berusaha menciptakan noise dari alat musik. Karena seperti diketahui banyak orang Noise itu oposisi dari musik, kalo orang sedang ngedit musik, pasti noise-nya dibuang, tapi disini gue juastru sebaliknya, Musik itu oposisi dari noise, dan noise sangat bisa diciptakan dari alat musik yang gak seharusnya menimbulkan noise” … panjang lebar membingungkan hehe, akhirnya kami simpulkan kearah, Noise it bukan Musik, tapi noise bisa diciptakan oleh alat musik.

MAENASAL – Senar Karatan Symphonoise ini ada 7 judul didalamnya dengan durasi 21 menit. Ini juga kami jadikan format free download agar bisa menyebar dan berharap bisa diterima dan diapresiasikan di scene. Ya mulianya begini daahhh … biar lebih banyak dan variatif apresiasi kita terhadap sebuah karya, khusunya audio ini. Diterima sukur, gak diterima ya udah gapapa hhe.

NBR024. MACHINE-GRIND ERECTION – The Last Elecpornic Session 

Rilisan ini adalah akhir dari perjalanan band elektro/cyber grind asal kota Depok yang mengusung lirik segala bentuk masalah social-politik yang berawal dari selangkangan. Delapan lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya akan dikemas menjadi satu abum ep dengan title The Last Elecpornic Session dengan format free download.

Eit tapi sebentar sebentar … ternyata ini bukan akhir dari band ini, tapi ini hanyalah akhir dari bentukkan elektronik /cyber sound yang ada dalam karya-karya mereka. Ternyata mereka masih aktif dan baru aja bikin album splitan dengan band groovy grind asal selatan Jakarta yaitu Vagina Dentata. Ya, mereka berkamuflase jadi Massive Genital Erection atau MxGxEx. Untuk inpo-nya bisa di cek disini: http://www.noiseblast-media.tk/2014/03/vaginal-erection-akhrnya-dirilis-juga.html

NBR025. TUMOR GANAS – The Forgotten Motherland 

Entah apa yang ada dibenak abang kita yang satu ini. Dalam kondisi fisik yang sedikit ambrol ternyata masih berniat ngutak ngatik materi lama yang belom pernah dirilis kemudian dijelmakan kembali melalui proses digital. Kenapa memilih digital atau elektronik? Satu alasan adalah efektifitas. Satu lagi yang tersirat adalah si empunya proyek hanya ingin bereksplorasi kearah yang lebih membosankan. “Maen cepet itu membosankan, nah kenapa gue gak bikin aja sekalian sesuatu yang lebih membosankan, grindcore dengan durasi yang diatas 10 menit dan lirik yang belom jelas kebenarannya … ya sekali-kali jauhin kenyataan ah, mari kita berkhayal dan khayalan itu setidaknya bakal menjadi kenyataan suatu hari nanti … band lain boleh berkhayal dan membosankan, masa Tumor Ganas gak boleh hehehe …” 

Ya ya ya … bebaslah bang, sakarepmu dewe hehe … yang jelas dua lagu sedang dalam perjalanan dengan durasi kisaran antara 25-30 menit. Dan siap dipersembahkan dalam bentuk digital file alias free download ajalah … tunggu ajalah kabar selanjutnya.

Kalo mau ada yang dirilis atau mau promo teaser ... silahkan hubungi: grindhacker1.2@gmail.com atau inbok aja FanPage kami di Facebook. (lihat kanan bawah halaman).

Salam Baca ...
Redaksi NoiseblastMedia

IBLIS ATAU SETAN: Musuh Yang Tak Melawan Tapi Sulit Dikalahkan


Redaksi Noiseblastmedia - Sebuah artikel yang kami ambil dari liputan6.com cukup memberi kami jawaban yang ilmiah (walau sebenarnya kami masih cari terus sumber yang lain) tentang sikap egois manusia yang tidak pernah mau mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Ya, kita terlahir dalam masyarakat yang sudah terkondisikan untuk mematuhi norma dan ajaran yang menjadikan sosok Iblis atau Setan sebagai "kambing hitam" dari semua kesalahan yang terjadi dimuka bumi ini. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah benar Iblis yang membakar hutan di Riau? Apakah Iblis atau Setan yang mencuri uang proyek Hambalang? Apakah Iblis atau Setan yang memotong-motong tubuh wanita yang ditemukan di sebuah kebun sore ini? Apakah Iblis atau Setan yang membuat Si Romlah hamil diluar nikah? Atau lihat lagi apakah anak anda yang super nakal itu anak Iblis atau anak Setan? Atau lihat lagi anda manusia atau Iblis? hehe.

Sungguh, andai anda berfikir semua perbuatan atau bisikan Iblis atau Setan, apakah anda pernah melihat bagaimana bentuk Iblis dan Setan sesungguhnya? Kami yakin jika anda jawab pernah, paling gambaran-gambaran Iblis yang anda deskripsikan gak jauh dari sosok Iblis buatan Holywood ya paling tidak sosok kambing berwarna hitam (karena selalu dikambing hitamkan hehe). Sudahlah, mari maksimalkan dua bilah otak kita (kiri dan kanan) singkronkan dengan hati kemudia jalarkan ke semua indra kita. Istilah "bisikan Iblis" atau "ajakan Setan" itu hanyalah kemasan lama agitasi dari para pencari kekuatan dan kekuasaan. Kebaikan atau Kejahatan semua adalah kinerja dari tubuh kita yang dirangsang oleh kondisi nyata yang ada di sekeliling kita.

Jangan biarkan Iblis mentertawakan kita karena kita terus menyalahkan dan menyalahkan Iblis, dalam hal ini kita udah bikin kesalahan nyalahin pihak lain pula, makin berlipatlah kesalahan kita dimata Tuhan, dan itulah yang diinginkan Iblis. Iblis mentertawakan kita bukan karena dia berhasil menghasut kita, tapi dia mentertawakan kebodohan yang kita lakukan, kemunafikan kita. Iblis tertawa karena melihat kekacauan yang kita lakukan sendiri.

"Setelah mati, manusia hanya ingin masuk surga, mereka terus berusaha menjadi sempurna sehingga mereka selalu menyembunyikan kesalahan-kesalahan mereka dengan cara memfitnah kami. Tapi mereka tidak menyadari kalau Tuhan itu Maha Tahu dan Maha Adil. Mereka tidak menyadarinya ketika mereka memfitnah kami, kesalahan mereka menjadi dua kali lipat dimata Tuhan. Setelah itu mereka berharap akan Surga?? hahaha ... justru mereka akan menemani kami menuju Pintu Neraka ...." - Pesta Iblis Diatas Kebodohan Manusia (satu alinea dari cerita pendek karya Dimas Djoen Jr.)

Dari uraian diatas berikut 10 poin yang kami anggap bisa dikorelasikan agar kita tidak dianggap pecundang oleh Iblis ... silahkan

10 Alasan Kenapa Manusia Lebih Jahat daripada `Setan`

Berbicara tentang moral dan perilaku manusia saat ini, tidak lepas dengan kejahatan yang terjadi di sekitar. Mungkin Anda pernah dirampok, dicuri atau mungkin diganggu kelompok lainnya.

Lalu kemudian mengapa di saat dewasa seseorang bisa bertindak nekat. Pernahkah Anda berpikir kalau manusia itu sudah memiliki sifat buruk (seperti setan) sejak lahir?. Seperti dikutip Listverse, Jumat (24/5/2013), 10 hal ini mungkin bisa membuka mata Anda

1. Perang yang tiada henti

Pada 2012, seorang profesor dari Harvard University menulis sebuah buku yang kontroversial. Buku ini berisikan perbedaan perilaku orang-orang modern dibandingkan dengan zaman nenek moyangnya. 

Pada sebuah halaman Ia menuliskan abad ke-20 adalah waktu 'berdarah'. Waktu paling kejam dalam sejarah, penuh dengan perang tak berujung dan belum pernah terjadi sebelumnya. 

Menurut War Memorial Polynational ada 237 perang antara tahun 1900 hingga hari ini, dimulai dengan Pemberontakan Boxer dan hingga saat ini perang di Afghanistan. 

2. Terlalu banyak ekspos internet

Tidak perlu banyak ekspos online yang menyebabkan semua orang bebas berkomentar. Bukan hanya itu, teknologi juga bisa memprovokasi Anda melalui foto yang kirim ke orang lain.

Saat ini banyak orang memiliki banyak kemarahan terpendam dan internet adalah tempat yang aman untuk melepaskan itu. Dan Ilmuwan di Amerika mengklaim ini karena antar manusia kurang kontak mata. 

3. Seperti simpanse 

Dr Christopher Ryan, penulis buku Sex at Dawn, cenderung berpikir kalau manusia memiliki banyak kesamaan dengan simpanse. dalam studinya, ia pernah menayangkan video perusakan bumi. Dan manusia dan simpanse memiliki reaksi yang sama.

Namun apa mau manusia disamakan dengan simpanse? Sekarang manusia sepertinya lebih memilih gencatan senjata dibandingkan perdamaian. 

4. Berani 'keroyokan'

Antropolog mengatakan dua pertiga dari masyarakat modern, mengobarkan perang suku. Dan parahnya, negara akan kehilangan penduduk sekitar 0,5 persen akibat perang suku. Bayangkan jika ini terjadi di Indonesia terus menerus. Indonesia memiliki banyak suku. Yang lebih buruk adalah tingkat pembunuhan yang tinggi akibat provokasi berlebihan sejumlah kelompok.

5. Gen prajurit

Ada beberapa orang yang memiliki gen prajurit. Gen ini secara teknis dikenal sebagai monoamine oxidase A (MAOA), dan menariknya, orang-orang yang memiliki gen MAOA berperforma rendah lebih rentan terhadap agresi dan perilaku kekerasan. 

Kebetulan, wanita cenderung memiliki gen tersebut karena perempuan memiliki dua salinan dari kromosom X (di mana MAOA dilakukan).

6. Kekerasan sebagai hiburan

Daya tarik hiburan tidak lepas dari kekerasan. Dengan melihat televisi atau bermain game, mungkin kita tertarik pada kekerasan. Seperti mendapat kegembiraan ketika kita bisa melawan musuh. 

Beberapa ilmuwan berpendapat kalau dalam hidup seseorang merasa kurang sensasi konflik dan bahaya, orang akan cenderung lebih nekat.

7. Pemikir besar jahat sering diyakini masyarakat

Filsuf Thomas Hobbes memiliki pandangan pesimistis terhadap kemanusiaan. Ia terkenal karena pernah menulis bahwa kehidupan manusia dalam keadaan alaminya adalah soliter, miskin, keji, kasar, dan pendek. 

Hobbes percaya semua orang mampu membunuh dan ketika dua orang menginginkan hal yang sama maka satu-satunya jalan adalah perang. Dalam benaknya, pemerintah dan masyarakat sipil adalah satu-satunya cara untuk mengekang kekasaran, namun ia mengaku bahkan pemerintah dan elit penuh korupsi.

8. Sejak bayi sudah disuap

Seorang peneliti Arber Tasimi di Yale University percaya kalau bayi bisa menjadi egois jika tidak diberi imbalan. Anehnya, dalam studi ia menemukan kalau balita bisa sangat membantu jika mendapatkan tiga biskuit. 

9. Kami memiliki pemerintah

Fakta sederhananya adalah kita memiliki pemerintah. Kita juga percaya pada masyarakat. Sehingga jika tidak ada seseorang yang membuat dan menegakkan hukum, maka kita memiliki sedikit kepercayaan sesama manusia untuk tidak membunuh atau mencuri.

10. Insting hidup sejak dalam kandungan

Insting kita untuk tetap hidup dan bersaing sejak dalam kandungan. Dengan kata lain, kita akan melakukan apa yang diperlukan untuk tetap hidup dan membuat kondisi lebih nyaman untuk diri kita sendiri. 

disusun oleh: Alinea Provokatif

BATPISS, Indonesia Tour 2014




Kayanya kedepannya bakal banyak band sludge bermunculan nih di scene lokal ini. Setelah kabar Kylesa mau tampil juga di Jakarta dan Bandung, sekarang ada satu lagi nih, yaitu Batpiss, band sludge punk asal kota Melbourne Australia akan mengadakan tour di beberapa kota di Indonesia dibulan April 2014 ini. Band yang berdiri ditahun 2011 ini pada bulan Mei 2013 lalu baru saja mengeluarkan album perdananya dengan format vynil 12" yang bertitel Nuclear Winter yang dirilis oleh label yang cukup panjang namanya yaitu Everynight Is Saturday Night, yang sepertinya label ini milik salah satu personil mereka.

Marty Mortal (Drums), Paul Portal (Guitar/Vox), Thomy Cones (Bass/Vox), adalah tiga orang pemuda yang menjadi frontiernya Batpiss ini. Karakter musik sludge / stoner / hardcore dengan sound era-era dekade 80 - 90 an sangat kental ketika kami menyimak album Nuclear Winternya mereka di bandcamp.Ya maklumlah, musik mereka sangat terinfluence oleh band-band seperti: Minutemen. Black Flag. Hard Ons. Bad Brains. The Dwarves.

Mau dengerin juga lagunya? silahkan: Batpiss - Nuclear Winter (bandcamp)

Kunjungan mereka di Indonesia itu sekitar 15 hari dimana mereka menggunakan sekitar 11 hari untuk show mereka di 11 kota dan sisanya break. 7 hari mulai tanggal 2 April 2014 mereka tur di Pulau Jawa di mulai dari Sidoarjo, Jawa Timur dan berakhir di Kota Bekasi pada tanggal 8 April 2014, pada tanggal 9 mulai dari Bengkulu selama 6 hari mereka akan melakukan gigs di 4 kota di pulau Sumatera, yang berakhir tanggal 15 April 2014 di Medan. Berikut list show-nya Batpiss Indonesian Tour 2014:



TIME TO RIDE THE SLIME WAVE AGAIN...
INDONESIA 2014

2 April 2014 - SIDOARJO (East Java)
3 April 2014 - BATU (East Java)
4 April 2014 - TULUNGAGUNG (East Java)
5 April 2014 - PONOROGO (East Java)
6 April 2014 - SOLO (Central Java)
7 April 2014 - SUMEDANG (West Java)
8 April 2014 - BEKASI (West Java)
9 April 2014 - BENGKULU (Sth/Wst Sumatra)
12 April 2014 - PADANG (West Sumatra)
13 April 2014 - PEKANBARU (West Sumatra)
15 April 2014 - MEDAN (North Sumatra)

Batpiss facebook: 

Batpiss bandcamp:

disusun oleh: Mang Kohir (tukang cilok depan Madrasah Ibtidaiyah Al-Sukron Cibungbulay)

KETIKA POSEUR MENGGUGAT: Akuilah Kita Semua Poseur!!


Ketika kami berkunjung ke kota Semarang pernah ada seorang teman bertanya kepada kami “Apa yang mesti kita sikapin ya ketika pada akhirnya Punk-Punk tua itu menjadi berkorporasi dengan mainstream?” kami menjawab “biar aja mas … dengan begitu kalian kan jadi ada kerjaan untuk mengkritisir kondisi scene … kalo di scene semua idealis, terus siapa yang mau dikritik? Hhe”. Nah. Apa hubungannya sama artikel yang akan kami tulis ini? Gak ada … ya gak ada hubungannya. Tapi kalo temen-temen nemuin korelasi atau hubungannya ya berarti ada (kali) hehe. Ya udahlah tadi kami cuma bingung mau mulai dengan kalimat apa, jadinya itu deh yang muncul … selamat membaca ya

Apa itu poseur?

Poseur (sering salah eja dan akhirnya biasa ditulis poser) adalah istilah yang biasa digunakan untuk merendahkan seseorang. Istilah ini sering digunakan dalam scene punk, heavy metal, hip hop, dan subkultur gothic, atau komunitas skateboard dan peselancar, untuk menggambarkan seseorang yang menjiplak dandanan, cara bicara, dan prilaku suatu kelompok atau subkultur tersebut. Kelakuan poseur ini biasanya memiliki maksud agar bisa diterima dalam sebuah kelompok yang berujung pada pencapaian popularitas baik dikelompoknya atau kelompok yang lain (intinya menjiplak biar eksis dan populerlah hehe), tapi sayangnya hal tersebut tetap tidak bisa diterima karena kurangnya pemahaman tentang latar belakang kelompok atau subkultur yang mereka tiru dandanan, cara bicara dan prilakunya tersebut (ya maklumlah gak diterima, mereka cuma menjiplak dengan maksud tertentu tanpa mau cari tau latar belakangnya).

Poseur dalam pengertian bahasa

Dalam terminologi bahasa Inggris, Poseur merupakan kata yang diambil dari bahasa Perancis, dimana digunakan pertama kali secara kiasan pada abad ke-19 dengan arti yang sama dengan yang digunakan dalam bahasa Inggris sekarang yang merujuk kepada orang-orang yang "affect an attitude or pose". Dalam kamu etimologi online (Etymonline), berpendapat bahwa "word is Eng.[English] poser in Fr.[French] garb", the term itself could thus "be considered an affectation" (dianggap sebagai kepura-puraan).

Dictionary.com mengatakan kata tersebut menunjuk kepada "a person who habitually pretends to be something he is not" Kamus Merriam-Webster mencatat bahwa istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada "person who pretends to be what he or she is not" atau "insincere person". The Encarta kamus menyatakan bahwa istilah yang digunakan untuk menggambarkan "pretentious person" atau "somebody who tries to impress others by behaving in an affected way". Cambridge Dictionary mendefinisikan "poseur" sebagai "someone who pretends to be something they are not, or to have qualities that they do not have".

Poseur dalam pandangan subyektif

Dari penjelasan diatas, poseur atau biasa dibilang borok atau abal-abal atau istilah terbaru alay (mngkin) sebenarnya bukan melulu masalah dalam ruang lingkup subkultur, tapi juga bisa lebih luas. Poseur ada dimana-mana dan setiap hari atau mungkin setiap jam atau mungkin setiap menit atau bahkan setiap detik poseur itu akan terus muncul. Selama informasi itu terus menyebar dan sampai kepada individu-individu yang (pada akhirnya) menerima informasi baik secara utuh atau setengah jadi, bisa dikatakan poseur akan terus muncul sebagai follow up penerimaan informasi tersebut. Jadi, bisa dikatakan disini, poseur adalah sebuah proses! Proses dimana mereka berusaha menerjemahkan informasi dalam bentuk seadanya (dengan apa yang mereka punya), dan gak kecil kemungkinan dengan berjalannya waktu, seorang poseur itu akan menjadi seorang yang justru ekspert ketika dia memahami atau mencintai apa yang dia jalani. Terus terang, dulu kami POSEUR!! Sekarang juga masih, karena kalo kami gak jadi poseur, kami cuma tau satu hal doang ... flat! Gak ada variasinya, membosankan. Nah, kalian yang merasa ekspert saat ini, ayo ngaku ... awalnya sebelum kalian tau bener apa yang kalian jalani sekarang, kalian poseur juga kan?? Hehehe ... Ya Poseur itu hak! lagipula bagi kami poseur itu umurnya lebih pendek dalam berkutat di satu bidang, karena mereka akan bosan dan beku juga mereka gak memiliki hasrat dan emosi lagi ketika mereka menghadapi kebuntuan, lalu mereka akan berpindah kemudian akan terus berpindah sampai menemukan apa yang nyaman bagi mereka. Kebanyakan disini malah berenti mencari justru ketika mereka menciptakan tantangan hidupnya sendiri, yaitu berkeluarga.

Kenapa Membenci Poseur??

Ah yang bener tuh punk membenci poseur? Kayanya subkultur lain juga membenci poseur ah, contohnya subkultur metal/Blacky (black metal)/Gothic juga benci ah ama poseur. Bahkan Hip Hop atau Jazz pun juga gak suka adanya poseur. Hehe oke deh ... sekarang gini, kami gakkan jauh-jauh ke subkultur lain diluar punk, karena apa? karena problematikanya sama, cuma kemasannya aja beda. Dan satu alasan lagi, kami lebih banyak tau (walau bukan pakar) tentang subkultur punk ketimbang metal atau hip hop, mungkin diluar sana ada yang bisa lebih menerjemahkannya lagi untuk hal ini. Lagian ini juga kebanyakan ngambil dari berbagai narasumber kok hehe alias copas (yang penting liat niatnya, bukan nyolongnya hehehe).

Begindang booo ceritanya. Jadi waktu itu ceu Mumun lagi diwarung ... ahay deh! Salah tulis maaf (tombol backspacenya rusak)... Alkisah akhir dekade 70’an di Inggris, dimana saat itu Punk Rock udah mulai menjadi sesuatu yang bisa dijual dan menghasilkan untung yang buesaarrr!! Dimana band-band seperti Sex Pistols, The Clash, dan lainnya udah menjadi sesuatu yang sangat mudah didapatkan dimanapun dan oleh siapapun, dimana para personil dari band-band punk rock (akhirnya) banyak yang menjadi bagian perjalanan keglamoran celebritis, dimana atribut yang seperti mereka kenakan itu sangat laku dijual walaupun itu hanya barang pabrikan. Disitulah muncul pertentangan-pertentangan yang sebenarnya sebuah penyesalan dari para penggiat scene, yang masih setia dengan jalur idealisnya, mereka seakan bertanya “kenapa mereka yang seharusnya menjadi pionir dari subkultur punk justru malah menjadi boneka lucu yang laku dijual??”

Nah, ketika masyarakat awam sadar bahwa Punk itu ternyata enak untuk dinikmati dan gak lagi menakutkan dan mengancam, maka banyaklah generasi punk selanjutnya muncul atau mengawali eksistensi-nya justru terinfluence dari band-band punk yang sudah menjadi mainstream. Ya, mereka justru meniru apa yang ‘sudah mati’ di scene Punk kalo menurut para Punk Ortodok (kami sebut ortodok, karena bingung nyari kata-katanya hehe) saat itu. Dan Poseur menjadi kata yang amat favorit disebutkan pada saat itu kepada generasi-generasi punk tersebut. 

Music journalist Dave Rimmer wrote that the first punks in London used "terms in which they expressed their disdain for hangers-on and those whose post-hip credentials didn’t quite make it came straight out of the authenticity movements: 'Poseurs' was the favorite epithet."

Kebanyakan sindiran-sindiran kepada poseur itu sendiri dituangkan pada karya-karya lagu yang mereka sengaja ciptakan. Seperti lagu I Am a Poseur milik X-Ray Spex, yang liriknya begini, “I am a poseur and I don't care/I like to make people stare/Exhibition is the name." Atau Television Personalities (ehm, band kesukaan kami nih hehe) yang judulnya Part Time Punks yang liriknya beranggapan bahwa “Television Personalities sendiri bukanlah punk dalam artian ortodok, begitu juga dengan yang lainnya”, dalam hal ini mereka beranggapan bahwa “ketika orang-orang menyatakan diri mereka sebagai Punk, maka sebenarnya mereka sendiri itu bisa menjadi Poseur atau Punk atau keduanya.” Dan dilagu Part Time Punks ini mereka meragukan keaslian konsep Punk-nya Joe Strummer. Ya lagu ini menghajar lansung sikap macho punk-punk di Inggris kala itu.

Kemudian ada Combat 84, salah satu band Oi! Yang juga memiliki lagu berjudul "Poseur" yang menggambarkan seseorang yang gak jelas juntrungannya berubah dari punk ke skinhead, dan kemudian menjadi Mod dan Ted. Liriknya maknyus loh ""Poseur poseur standing there/ You change your style every year." (Poseur poseur berdiri disana / Kau rubah gayamu setiap tahun).

Awal 1980-an band punk hardcore MDC menulis sebuah lagu berjudul "Poseur Punk", yang mengkritik Punker yang hanya mengadopsi gaya tanpa mengadopsi nilai-nilainya. Dan sebagai bagian dari tur ulang tahun ke 25 MDC di tahun 2000-an, frontman MDC Dave Dictor tetap mengusung lirik yang sebagian besar tetap sama dengan dulu yaitu tentang: politisi yang gila perang, tentang punk-punk poseur yang mata duitan (termasuk disini adalah Rancid, dimana disana ada Tim Armstrong yang juga pernah bekerja sebagai roadie-nya MDC) … waduh ini mah lagi trend di scene lokal sini malah hehehe dan satu lagi tentu saja, tentang polisi. NOFX dialbum The War on Errorism ada juga lagu "Decom-poseur", salah satu lagu bagian dari keseluruhan album tersebut yang mengkritik terhadap inkarnasi punk rock di abad ke-21.

Sebuah artikel di Drowned in Sound berpendapat bahwa tahun 1980-an-era hardcore adalah semangat sejati punk, karena setelah semua poseurs dan fashionista kacau pergi ke tren berikutnya hubungan merah muda dengan potongan rambut New Romantic, dan menyanyikan lirik lagu yang rapuh" . Ini menyatakan bahwa scene hardcore hanya terdiri dari orang-orang punk yang "benar-benar didedikasikan untuk etika DIY"; dimana kehidupan tanpa ambisi (popularitas dan uang), tapi untuk satu hari menetap ke dalam skenario studi-kerja-keluarga-rumah-pensiun-mati (hidup sederhana dan bertahan dalam kebahagiaan sempurna)" 

Dave Rimmer menulis bahwa dengan kebangkitan dari idealisme music punk yang dilecut diawal dekade 80’an dengan banyaknya bermunculan genre music yang lebih marah dan lebih cepat dari punk rock mulai memudar di awal 1990-an, dimana "Kurt Cobain, dan banyak anak-anak seperti dia, dan rock & roll ... mereka berani menyatakan: Apakah kalian sudah menjadi paling murni, setelah hari demi hari, tahun demi tahun, untuk membuktikan keaslian kalian, terus hanya memikirkan hidup untuk musik (atau yang lainnya) atau menjadi poseur, menjadi palsu, atau menjadi sellout? "

Dennis Lyxzén (Refused) dan Brett Gurewitz (Bad Religion) menggunakan istilah yang merujuk kepada awal decade 2000-an dimana penggemar pop punk adalah sebagai anak-anak atau lebih spesifik gelombang baru dari poseur punk yang datang ke scene melalui band-band seperti Good Charlotte. Mereka berpendapat bahwa para pendengar muda ini hanya ingin menggnakan musik sebagai pelarian , pelampiasan, dan tidak harus berpikir atau memikirkan macam-macam yang tidak ada urusan dengan mereka atau band mereka. (yang penting band gue dulu eksis, masalah scene ancur atau kaya apa itu urusan nanti – begonoh dah kira-kira hhe …), dan sayangnya cara ini justru banyak ditiru dan diikuti.

Joe Keithley, vokalis D.O.A. mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa: Untuk setiap orang menyematkan simbol anarki tanpa memahami apa arti symbol tersebut, pasti aka nada punk yang lebih tua (senior) yang berfikir mereka itu poseur. Kemudian Liisa Ladouceur, sang pewawancara kemudian berpendapat bahwa ketika sebuah kelompok atau scene meiliki pengikut yang jumlahnya makin berkembang,mereka yang aseli (mereka yang awal di scene tersebut) pasti akan meninggalkan scene tersebut, dengan alasan scene mereka sudah terlalu banyak menarik banyak poseur didalamnya atau dengan kata lain mereka yang original awal dari scene tersebut justru sudah tidak mau berhubngan dengan scene tersebut atau dengan kata lain (lagi) menjadi ELITIS dengan sekian macam alasannya.

Poseur: Diantara Berhenti atau Maju Terus.

Ahoyyy … gimenong cyiiinnn … sudah simak kan cerita akikah diatas ya jeng … Ehm! (jadi gagah lagi) kalo disimak diatas, Poseur itu sebenernya bisa dikatakan sebagai salah satu bentukkan kesalah kaprahan atau kesalah fahaman dalam penerimaan informasi. Poseur menurut mereka yang mengklaim dirinya Punk beneran itu Punk yang palsu, karena mereka meniru segala gaya dan kelakuan dari band-band punk yang sudah gak lagi murni sebagai band punk atau mungkin bisa dikatakan meniru sebagian band punk bentukkan media mainstream. Misalnya kalau disini banyak Punker yang cuma tau Marjinal, Suparjo Is Dead eh Superman Is Dead, terus Endang Soekamti atau apalah band-band Punk (atau yg masih berafiliasi dengan Punk) yang sering mondar mandir di TV, Radio atau Majalah Gahooolll hehe, secara referensi musikal. Kemudia dari gaya mereka meniru punk-punk dilampu merah (punk yang suka dilampu merah itu mainstream loh, karena mereka terlihat dengan jelas, gampang ditemui dan siapapun atau bahkan apapun –hehe maaf .. bisa meniru gaya mereka). Nah itu jelas poseur!!!

Lihat lagi diatas … siapa yang sering menyindir poseur?? Apakah mereka yang sejati atau aseli atau murni punk?? Bukan, tapi mereka yang lebih tua atau lebih senior dari para poseur itu, atau bisa dikatakan mantan poseur. Ya, mereka lupa, jauh sebelum punk rock menjadi barang dagangan yang laku, dan kemudian mereka membenci itu, kami yakin, merekapun mengadopsi gaya dari segala sesuatu yang mereka dapatkan seadanya ketika mereka muda. Ya dikoran yang ayah atau abangnya beli, ya ditelevisi, ya di radio, dan lain sebagainya. Ya kami yakin para penyindir poseur itu sendiri menikmati awal-awal perjalanan mereka dari band-band atau figure yang menjual idealisme mereka.

Fyuhhh … Ya, hidup ini hanyalah pengulangan, gak ada yang murni atau sejati, esensial hidup itu jatuh pada keyakinan masing-masing yang menjalaninya dan juga gak bisa maksain kepada pihak lain. Ya eyalaahh … hidup kita aja nyontoh dari orang lain (paling dekat ya orang tua) ngapain juga ngasih-ngasih atau memaksakan konsep hidup kita yang jelas-jelas colongan ke orang lain, yang ada malu-maluin hehe. Seperti kata Television Personalities diatas “ketika orang-orang menyatakan diri mereka sebagai Punk, maka sebenarnya mereka sendiri itu bisa menjadi Poseur atau Punk atau keduanya.” Dan kami menyikapinya seperti ini, kita masuk ke ranah punk, kemudian kita akan menjadi poseur, kalau kita gak jelas dan hanya berkutat disitu-situ aja ya kita bisa dianggap poseur selama kita gak mau berkembang dan gak punya keinginan untuk mencari lebih jauh lagi. Tapi kalau kita terus jalani apapun yang terjadi sampai kita menemukan titik pemahaman yang cukup dan kemudian mencintai apa yang kita jalani ya kita akan terus bertahan dan proses menjadi mantan poseur atau menjadi ekspert itupun akan berjalan seiring waktu. Percayalah, poseur itu proses bukan hal yang menakutkan, jika kita konsisten dengan apa yang kita jalani, pada saatnya nanti kita juga akan menikmati menyindir, mengkritik atau bahkan mencaci maki para poseur kok.

Akuilah kalau kita poseur

Dan menyindir, mengkritik, dan bahkan mencaci maki itu juga adalah bagian dari proses. Buat kalian yang pernah dapet cap sebagai poseur, jangan galau kaya andy lau … teruslah cari tau lebih jauh lebih jauh dan lebih dalam. Kicauan yang katanya kalian poseur itu anggap aja teguran dari seorang kakak yang lebih pengalaman kepada kita. Sesungguhnya para pengkritisir poseur itu sayang kepada para poseur mereka cuma mau ngingatin lewat teguran-tegurannya. Dan tapi … ini tapi loh ada dua alasan kenapa mereka menjadi pengkritisir poseur: 

  • Satu, karena alasan idealis, mereka mau meneruskan apa yang tersirat (esensi) dalam perjalanan subkultur punk itu sendiri. Mereka gak mau ada individu-individu yang masuk ke scene-nya membawa pengaruh dari Punk-punk yang sudah menjadi boneka dagangan. Kalo diambil sisi positifnya, sebenernya dengan kritik mereka itu secara tidak langsung adalah sebuah wacana tentang esensial subkultur punk itu sendiri. Buat para poseur: ambil hikmahnya, pelajari, dan jangan marah!! (cam kan itu!!)
  • Kedua, karena alasan eksistensi, sebenernya mereka ini poseur dan gak ngerti-ngerti amat tentang apa yang mereka jalanin, tapi entah karena mereka diseting jadi martyr oleh para seniornya atau emang rasa takutnya dibilang poseur sangat besar, mereka sering menyerang para poseur lain dengan kritikannya. Padahal udah jelas-jelas tertulis “sesama poseur jangan saling mendahului” hehehe … yah, namanya juga mau eksis tapi gak mau ribet, terpaksa mereka lakukan jalan instan tersebut. Yang penting eksis!! Hehe

Sekali lagi saudara-saudaraku baik yang aseli maupun yang poseur, udahlah … kalian itu dalam sebuah proses dan bagian dari perjalan scene. Pernah suatu hari kami browse di google dengan keywords “apa itu poseur?” wuih … buanyak!! Tapi isinya hampir sebagian besar kebencian dan kayanya jijik sama poseur. Poseur itu bukan penyakit, kalaupun itu penyakit masih bisa disembuhkan, buktinya banyak pengkritisir poseur dulunya juga poseur kok. Poseur itu bukan binatang buas, kalopun dia binatang buas masih bisa dijinakan, poseur itu bukan mahluk yang menakutkan, kalopun dia mahluk yang menakutkan toh masih bisa kita kalahkan dengan keberanian kita. Yang jelas, Poseur itu adik kita, anak kita, keponakan kita, anda, kamu, saya, kami, kita …. Ya, akui sajalah kalo KITA (PERNAH JADI) POSEUR!! … 

Sebagai catatan, Subkultur Punk ditulisan ini hanyalah sebagai rujukan mediasi kami. Karena apapun subkultur yang kalian jalankan sebenarnya problematikanya sama cuma kemasannya aja yang berbeda.

ditulis oleh: Alinea Provokatif (sebagian tulisan diambil dari wikipedia.com)

MASSA BAYARAN: Aksi Massa Wani Piro??


Redaksi NoiseblastMedia - Hehe ... postingan ini terinspirasi para tetangga yang kemaren lusa ramai-ramai mau menghadiri kampanye sebuah partai dan mengenakan kaos berwarna biru, dan siang ini mereka bergerombol di gang dan kebetulan melewati tempat kami sambil membawa atribut lengkap seperti kemarin lusa (bendera, spanduk, pamflet, dll). Tapi hari ini mereka berseragam kuning ... Hloh!??

Penasaran kami melihat ini kemudian kami cari tau atau bahasa anak sekarangnya kebo eh, kepo hehe. Soalnya setahu saya disini basis masanya kuat dengan salah satu ormas Islam (sok) radikal yaitu FPI. Terlihat dari ibu-ibu dan anak-anak gadisnya berjilbab dan beberapa korlapnya juga kadang muncul di Majelis Ta'lim dibawah (tempat kami diatas atau agak tinggi) dimana itu merupakan tempat penggojlokan kader FPI disekitaran wilayah Depok. Setelah sekian lama jadi kepo-ers akhirnya dapet juga informasi yang bisa dipercaya. Ternyata emang didaerah dimana kami tinggal itu ada semacam organisasi yang menawarkan jasa mobilisasi massa dan ini sudah berlangsung sejak pemilu 2009 lalu. Dan benar, mereka terorganisir, seperti layaknya sebuah perusahaan, cuma dikamuflasekan tentunya.

Dan jauh mundur sebelumnya pada 2009 lalu, ketika salah seorang crew kami terlibat menjadi tim suksesnya seorang caleg DPRD Jakarta (sebagai tukang desain) dan juga seorang artis/celebritis/bekas pembawa berita juga, dia bercerita bahwa caleg ini sebut saja mbak WeHa banyak dihampiri oleh beberapa organisasi yang mengaku bisa mensukseskan perjalanan kampanye seorang mbak WeHa ini. Kalau menang mereka juga meminta bonus tambahan. Untungnya mbak WeHa ini modalnya pas-pasan dan dia fikir untuk DPRD aja dia tidak butuh hal-hal seperti itu, dia sadar kalau dia itu memang sudah publik figure jadi dia tidak butuh massa bayaran, dia akhirnya menggunakan ke-celebritisannya untuk akhirnya gol menjadi anggota DPRD Jakarta.

Well, dog eat dog concept, ya ... kami sebut demikian karena disini sekumpulan srigala licik berhasil mengumpulkan sekelompok anjing kampung yang lapar untuk dimangsakan ke anjing-anjing peliharaan yang kaya raya dan mengejar tahta. Jual-beli suara, Jual-beli massa, jual-beli manusia bahkan jual-beli harga diri itu seperti sesuatu hal yang lumrah. Yang jadi pertanyaan adalah massa yang mau dijual dengan bayaran seadanya itu sebenarnya bodoh atau lapar ya?? Kalo kami mending memilih jadi tukang ketoprak deh seperti mas Hasan Busri pedagang ketoprak yang sudah 15 tahun berdagang disekitaran Monas yang ternyata sudah mengamati tentang hal ini dan ini lebih down to earth daripada bertanya langsng dengan pakar atau ahli massa aksi hehe. Tulisan yang kami ambil dari kompas.com yang terunggah pada tanggal 14 Oktober 2011.... silahkan.

"Gampang Ketahuan Mana Massa Bayaran"

KOMPAS.com — Sudah bukan rahasia lagi jika organisasi massa ataupun mahasiswa tertentu lebih sering menggunakan massa bayaran dalam berunjuk rasa. Tidak seperti kebanyakan masyarakat awam, bagi Hasan Busri tidak sulit membedakan mana massa anggota organisasi/kelompok serta mana yang dibayar untuk sekadar hadir dan meramaikan unjuk rasa.

"Gampang ketahuan mana massa bayaran. Lihat saja, kalau massanya banyak, tetapi sedikit yang nyentuh dagangan makanan, itu massa bayaran," kata Hasan sambil tertawa lepas saat ditanyai Kompas.com tentang sejumlah kelompok massa yang sedang berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2011) siang.

Sebagai pedagang ketoprak, Hasan telah 15 tahun mencari rezeki di tengah kumpulan massa yang berunjuk rasa di sekitar kawasan silang Monas. Bersama istrinya yang mendagangkan mi ayam, pria asal Madura ini setia berada di bawah terik matahari menanti datangnya pembeli. Karena itu, ia mengaku sudah benar-benar mengenal wajah para demonstran bayaran dan tingkah pola mereka.

"Kalau (pembeli) ramai kayak tadi yang demo soal Freeport, itu artinya kebanyakan massanya memang dari kelompok itu sendiri," katanya.

Massa bayaran, tutur Hasan, biasanya sudah membawa serta minuman ringan dan lebih irit. Mereka juga tidak terlihat serius saat menyanyi ataupun mengikuti komando koordinator aksi.

Ciri lain yang disebutnya adalah orang-orang yang dibayar biasanya langsung bubar mencari tempat berteduh, tidak lama setelah berada di lokasi. "Harus dikomando berkali-kali baru pada ngumpul lagi," tuturnya. Menurut dia, pergantian kostum, bendera, nama organisasi, dan embel-embel lainnya tidak membuat ciri khas tersebut hilang.

Ia lantas menunjuk ke kelompok tertentu yang terlihat tertib mengikuti kegiatan unjuk rasa serta antusias menyambut dan menanggapi setiap orasi. Aksi massa yang demikian, menurut Hasan, benar-benar memperjuangkan apa yang dituntutnya.

Sementara itu, aksi massa tiga kelompok lain yang berunjuk rasa soal reshuffle kabinet diragukan keseriusannya. "Ini masih (massa bayaran) yang sama dengan kemarin dan dua hari lalu. Cuma nama kelompok yang berubah," katanya menunjuk ke arah massa aksi tertentu.

Jadi, apakah kebanyakan unjuk rasa hanya permainan kelompok tertentu? "Ha-ha-ha.... Mungkin begitu," kata Hasan sambil mendorong gerobak dagangannya pergi ke tempat mangkalsebenarnya di dekat Gedung Pertamina, Gambir.


VAGINAL ERECTION AKHIRNYA DIRILIS JUGA


Spermblast Records, salah satu rekanan kami, sebuah label baru yang special (sepertinya) bakal merilis band-band Porn/Gore grind ini meluncurkan rilisan perdana mereka di catur wulan pertama 2014 ini. Rilisan diawali oleh dua band groovy grindcore asal selatan Jakarta dimana salah satu band tersebut personilnya pemilik Spermblast Records ini.

Sebutlah Sadoy, sang lead vocal dari Vagina Dentata yang memang memiliki kapablitas terjamin ketika dia memilh mengusung musik grindcore dengan gaya groovy dan lirik porno didalamnya. Referensi dan kegilaan dia dengan karakter dari salah satu varian musik grindcore ini memaksa kami untuk pada akhrnya mengakui bahwa memang ada di Indonesia band pornogrind yang beneran band pornogrind, dan harus ada band pornogrind d scene lokal sini. Dan ini gak cuma sampai di Vagina Dentata saja. Next step pelampiasan kegilaan Sang Sadoy berlanjut pada Spermblast Records ini. Salut dengan konsistensinya!!

Oke, kembali kemasalah apa yg sebenernya mau kita bahas dsini, yaitu VAGINAL ERECTION, split cd antara VAGINA DENTATA dan MASSIVE GENITAL ERECTION. Sebuah proyek splitan yang menurut kabar terulur sekian lama dari awal perencanaan, tapi itu bukan masalah juga sih, yang terpenting semua sudah terealisasikan, dan kebetulan kami kecipratan satu CD-nya sebelum mereka rilis hehe. Proyek split ini sangatlah simpel dan gak neko-neko, karena kami tau dua band yang terlibat ini hampir memilki karakter musik yang sama, yang membedakannya adalah cara membuat musiknya, ya bisa dkatakan ini proyek splitan analog bertemu dengan mesin. 

Berisi 16 lagu dan dibagi menjadi 8 lagu milik Vagina Dentata (selanjutnya kami tulis menjadi VxDx) dan 8 lagu milik Massive Genital Erection (selanjutnya kami tuls menjadi MxGxEx), dengan total durasi 37 menit. Cover/label Cd disuguhkan dengan desain yang sederhana tapi apik serta satu lagi, yaitu beli satu CD dapat dua CD, tapi CD yang satu itu Celana Dalam. Dan ketika kami konfirmasikan kenapa dapat CD? Jawabannya simple, buat lucu-lucuan aja … setidaknya kalo emang Celana Dalamnya gak terpakai ya bisalah dibuat pajangan dipojokan kamar atau buat lap peju kalo lagi coli hehe.

Pengerjaan atau proses pembuatan musik antara VxD dan MxGxEx itu beda. Dimanakah bedanya? Ya, VxDx menyelesaikan sektar 10 lagunya (diambil 8 untuk splitan ini) di studio K, Pondok Gede. Dan kalau MxGxE itu home recording, semua musik hasil dari proses olahan sedemikian rupa oleh komputer, kecuali vokal. Sedangkan dalam proses sampling, mixing, mastering dan perbanyak materi VxD dan MxGxEx bersamaan dikerjakan di Noiseblastudio. Desain cover dan label Cd-nya dkerjakan full oleh Sketerror.

Lagu lagu dari Ulcerous Phlegm, Gut, Kalytera dan Tumor Ganas akan terdengar lagi di splitan ini, dimana VxDx berhasil mengcovernya dengan begitu apik dan versi mereka tentunya. Karakter vokal khas Sadoy dengan aransemen baru dari sang gitaris yang baru juga, sedikit membawa perubahan musik VxDx kali ni, agak lebih cepat dan dinamis. Sedangakan MxGxE yang merupakan proyekan one man stand ini (dulu namanya Machine-Grind Erection) mengedepankan karya terbaru mereka kali ini tanpa ada mix suara Synth didalamnya dengan karakter vokal deep throat yang agak becek.



Nah, kalo mau dengern teasernya dengan cara streaming atau mau download sekalian teasernya, silahkan kunjungi: http://spermblastrecs.blogspot.com/

Dan kalo anda berminat memliki CD atau Celana Dalemnya doang (haha!) silahkan ke Fan Page-nya Spermblast records: https://www.facebook.com/spermblastrecs. Oke deh gitu aja deh ya ... semoga Tante Girang, Om Senang deh ... 

dituls oleh: Gerilyawan Selangkangan


TERSERAH, Bakal Tur Keliling Eropa Tahun Ini.




Sebuah postingan yang muncul dari akun fb bernama Julia Ostertag mengindikasikan bahwa TERSERAH, band grindcore asal Jakarta akan mengadakan tur panjang didaratan Eropa selama bulan Mei sampai Juli 2014 nanti. Dan sudah ada beberapa kota yang telah mengkonfirmasi bakal siap dengan kehadiran mereka.

Tur itu mencakup beberapa kota di beberapa negara dimulai dari tanggal 15 Mei dan berakhir tanggal 4 Juli 2014. Dan tersebutlah Dull Cimot sebagai pemrakarsa perjalanan tur band yang aktif disalah satu skuat kolektif DIY (kami nyebutnya Kolektif Ponti) di Jakarta ini. Berikut isi postingan yang berhasil kami copas ...

====

DIY friends all over Europe. so here is a supercool DIY Grind band TERSERAH from Indonesia! they are going to make their Debut European tour. the band has already made 2 tapes album, 2 split tapes and several compilations and for the tour they are preparing therecording for another CD Album. for anyone who feels interested to help them out for the show. here is the list of the the towns - as you see only a few dates are confirmed. 

The dates/the route so far: 
  • May. 15(Thursday) - Berlin
  • May. 16(Friday) - Dresden
  • May. 17(Saturday) - Prague
  • May. 18(Sunday) - Brno
  • May. 19(Monday) - off
  • May. 20(Tuesday) - Wien
  • May. 21(Wednesday) - Zagreb - confirmed
  • May. 22(Thursday)- Lubljiana
  • May. 23(Friday)- München/Milan
  • May. 24(Saturday)-zürich/stutgart
  • May. 25(Sunday)-biel - confirmed
  • May. 26(Monday)-off
  • May. 27(Tuesday)-Laussane
  • May. 28(Wednesday)-Lyon/Marseille
  • May. 29((Thursday)-Montpeliier - confirmed
  • May. 30(Friday)-barcelona - confirmed
  • May. 31(Saturday)-Zaragoza/madrid/valencia - confirmed
  • June. 1(Sunday)-Bilbao
  • June. 2(Monday)off
  • June. 3(Tuesday)zarautz
  • June. 4(Wednesday)St. etienne - confirmed
  • june. 5(Thursday)Bordeaux - confirmed
  • June. 6(Friday)paris
  • June. 7(Saturday)-Gent
  • June. 8(Sunday)-Rotterdam
  • June. 9(Monday)-Off
  • June. 10(Tuesday)-Amsterdam - confirmed
  • June. 11(Wednesday)-utretch - confirmed
  • June. 12(Thursday)Köln - confirmed
  • June 13(Friday)Osnabrück/Duseldorf
  • June 14(Saturday)Hannover
  • June 15(Sunday)bremen
  • June 16(Monday)off
  • June 17(Tuesday)off
  • June 18(Wednesday)Hamburg
  • June 19(Thursday)Kiel- confirmed
  • June 20(Friday) copenhagen
  • June 21(Saturday)
  • June 22(Sunday)Rostock or Around
  • june 23()off to 25/Berlin - confirmed
  • June 26(Thursday)Poznan
  • June 27(Friday)Warsawa
  • June 28(Saturday)Wroclaw
  • June 29(Sunday)Leipzig
  • July 4(friday) Berlin final show
Ps : any help/Route Advice/Informations are welcome.
thanks

this is my friend Dull Cimot who is the main contact for setting up their tour

KYLESA - Ultraviolet: Profile, Tour, dan Download



Tentang Kylesa 

Kylesa adalah nama judul album debutan mereka di tahun 2002 yang dirilis oleh Prank Records. Kylesa sendiri adalah nama band yang tebentuk tahun 2001 di Savanah, Georgia, Amerika Serikat, dan diawali oleh: Phillip Cope (vocals, guitar), Laura Pleasants (vocals, guitar), Brian Duke (bass, vocals), Christian Depken (drums). Musik Kylesa banyak diapresiasikan kearah Sludge/Stoner/Crust. Ditahun 2002 posisi Brian Duke kemudian digantikan oleh Corey Barhorst hingga formasi mereka menjadi: Phillip Cope (vocals, guitar), Laura Pleasants (vocals, guitar), Corey Barhorst (bass, vocals), Christian Depken (drums) dan formasi ini bertahan hingga 2004 sampai pada akhirnya posisi drum yang dipegang Christian Depken digantikan oleh Brandon Baltzley hingga tahun 2005. Dan tercatat posisi drum pada band ini lah yang paling sering gonta-ganti personil diantara nama-nama drumer yang disebutkan diatas inilah diantaranya yang juga pernah atau masih terlibat dengan Kylesa: Jeff Porter (drums, 2006-08), Carl McGinley (drums, noise, 2006-sekarang), Eric Hernandez (drums, 2008-sekarang). Terakhir line up Kylesa adalah: Phillip Cope (vocals, guitar), Laura Pleasants (vocals, guitar), Carl McGinley (drums, noise), Eric Hernandez (drums), dan Chase Rudeseal (bass). 

Dan berikut adalah diskografi dari Kylesa:


Album:
  • Kylesa ‎ (Prank 2002)
  • To Walk A Middle Course ‎ (Havoc Records, 2005)
  • Time Will Fuse Its Worth ‎ (Prosthetic Records, 2006)
  • Static Tensions ‎(20 Buck Spin, 2009) 
  • Spiral Shadow ‎ (Season Of Mist, 2010) 
  • Ultraviolet ‎ (Season Of Mist, 2013) 
Single & EP: 
  • Kylesa / Memento Mori (5) - Split EP (‎Hyperrealist, 2002)
  • Point Of Stillness (Prank, 2002) 
  • Kylesa ‎- 7", Single (Scorched Earth Policy, 2002) 
  • Cream Abdul Babar / Kylesa ‎ (At A Loss Recordings, 2003) 
  • No Ending ‎(Prank, 2004)
  • Kylesa - 2x7", RE, Ltd, Num, Bro ‎ (Bacteria Sour, Prank, 2004) 
  • Unknown Awareness / Drum Jam ‎ (Hyperrealist, 2009)
  • Kylesa / Victims ‎ (La Familia Releases, 2009)
  • Daytrotter Session ‎ - File, MP3, 320 (Daytrotter, 2013) 
  • Unspoken ‎ - File, MP3, 320 (Season Of Mist, 2013)
Compilation:
  • From The Vaults | Vol. 1 ‎(Season Of Mist, 2012)

Kylesa Ultraviolet South East Asia 2014


Gila ... band ini bener-bener gak ada capenya buat promo album terbarunya yang dirilis tahun 2013 lalu. Setelah serangkaian turnya di daratan Eropa selama Januari -Februari 2014 dari mulai Rep Ceko, Jerman, Finlandia, UK, Skotlandia, Austria, Swedia, Italia, Belanda, Perancis dan Belgia tercatat 36 show. Bulan Maret sampai awal April 2014 ini mereka masih melakukan perjalanan mereka di Selandia Baru dan Australia (10 show). Baru pada tanggal 10 April 2014 mereka mendarat di Malaysia dan dua hari (10 - 11 April 204) mereka akan tampil di dua tempat yaitu di Kuching dan Kuala Lumpur. Setelah itu barulah pada tanggal 12 mereka mendarat di negeri asam urat ini yang diawali pada tanggal 12 di Kota Bandung, tepatnya di Dago Theater House, dan pada tanggal 13-nya mereka akan tampil di Rossi Musik, Jakarta. Keempat show terakhir itu adalah serangkaian tur Ultraviolet di Asia Tenggara.

Nah, kalo mau nonton silahkan dah buruan ... tiket bisa dibeli di EO-nya atau temen-temennya yang punya EO itu tentunya (gak tau siapa, saya cuma tertarik ama Kylesa-nya doang hhe ...). Atau mau dateng doang sekedar beli merchandise?? silahkan bro ... mumpung band-nya disini, ya membeli anggap aja buat nambah-nambahin ongkos si Kylesa ini buat perjalanan berikutnya. Atau mau dateng walau cuma didepan pintu tempat acara dan pulangnya cerita seolah-olah beneran nyaksiin langsung aksi panggung Kylesa?? ya itu urusan anda hehe ... tapi saya kasian sama anda-nya kalo kaya gitu mah hehe ... Ya udah, ini buat sekedar nanti kalo mau ikutan nyanyi, kami punya koleksian album Ultraviolet yang dirilis Season Of Mist ... tapi tetep ya, ini buat dengerin doang loh ... kalo bisa ya beli CD-nya ya ... ini linknya: Kylesa - Ultraviolet.

Oke segitu aja ya kami nginpo-innya ... semoga bermanfaat dan bisa menjadi pogo-ers yang paling memikat hati Kylesa nantinya di stage ... SALAM METAL JAYA DI UDARA!! (oleh: Mat Jibruy - Betokaw Ajag Ijig Bae)


THIS IS MY GAMES!! AND FUCK YOUR MODERN GAMES!!









Ketidakrelaan saya karena ada sesuatu yang hilang dalam perjalanan hidup ini. Ketika saya menyadari bahwa saya telah kehilangan masa kecil saya ketika saya menginjak dewasa, itu masih bisa di ikhlasan. Namun apakah mesti hilang juga infrastruktur yang mendukung membangun jati diri bangsa sejak masa kecil kepada anak-anak setelah saya? TIDAK!! 

Anak-anak kita telah kehilangan lahan bermain, anak-anak kita telah kehilangan enerjik dan kreatifitasnya, anak-anak kita telah kehilangan kepekaannya dengan lingkungan. Semua seperti digiring ke satu arah, arena bermain sekarang serba plastik dan dalam ruangan tertutup dengan gemerlap lampu, sekalipun anak-anak kta ingin bermain dengan lumpur sawah dialam terbuka, itu harus bayar di areal yang biasa disebut outbond. Pola pikir instan dengan cara pikir "kalau salah bisa diulang dalam sesaat" menyebabkan mereka menjadi sosok individu yang kurang memiliki tanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Menjadi masa bodoh, apatis, tertutup dan semau gue. Karena mereka beranggapan "hidup gue berjalan sesuai dengan perintah tombol-tombol dalam joystik/tuts keyboard yang gue pegang, gue hanya patuh pada perintah yang bisa memberikan kesempatan tiga kali atau lebih untuk mengulang ketika gue melakukan kesalahan."

Lewat gambar-gambar ini saya berkampanye agar kita tetap menjaga apa yang kita punya. Jangan sampai hilang atau punah, jangan sampai jadi mahal dan dan menjadi barang dagangan ekslusif, jangan sampai jadi ekslusif karena menjadi sesuatu yang antik. Ini milik kita, milik generasi penerus kita dan tidak perlu MEMBAYAR atau MEMBELI untuk manikmati masa kecil untuk generasi akan datang.

THIS IS MY GAMES!! FUCK YOUR MODERN GAMES!! (DimDjoen)

POSITIVE CREW KEDIRI, Sebuah Reportase Personal


Bukan! sebuah komunitas. Kami hanyalah sekelompok anak muda yang ingin menyuarakan sebuah asumsi, bahwa kehidupan positif jauh lebih baik. Dengan berpikir, kebiasaan, bahkan hingga melakukan kehidupan/aktifitas yang positif, kami merasa bahwa inilah kami. Kami bukan SxE. Ya seperti anak-anak muda pada umumnya hari-hari kami di lewati dengan sekolah, bekerja, dan bermain. Bisa di bilang Positive Crew adalah Youth Crew Kediri haha...Tapi itu tidak benar karena sebagian kami ada yang ngerokok dan minum. No Problem, "It is to invitechange our lifestyle to a positive path. But if not, it's your right, it's your life. As long as no harm to others please continue"

Dan selain kita hanya nongkrong bareng kita juga bikin gigs kolektif walaupun gak sering. Ya wajar kita hanya bikin studio gigs tanpa sponsor apapun. Budget untuk acara juga kami dapatkan dari patungan temen-temen lainnya, wajar jika acaranya gak semeriah acara panggung besar. Tempat kita juga di studio. Tapi bagi kita bikin sebuah gigs kolektif seperti itu banyak mengajarkan sesuatu yang berharga bagi kami pribadi dan tentunya pengalaman. Kami udah 3 kali bikin gigs 2 kali asli gigs kami sendiri 1 gigs lainnya bareng sama komunitas lain dari blitar. pertama ini :


Dan kedua ini :


Tapi bagi kami yang rada ribet ini. soalnya tanpa pengalaman apapun dalam organizer sebuah gigs anak-anak nekatin buat gigs ini. Intinya "Siap Saji Siap Rugi" haha

Tapi alhamdulilah semua lancar walaupun agak sedikit ada mis ya wajarlah setudio di buat acara dengan ongkos yang gak terlalu gede jadi wajar dengan alat yang seadanya. Yang terpenting itu kebersamaannya. Dan ini sedikit foto-foto mulai dari pamflte open regist band : 

** maaf, gambarnya gak muncul silahkan cek disini:
http://oberisik.blogspot.com/2014/02/positive-crew-kediri.html

Dan ini pamfet gigs ke 3 yang kolektifan sama komunitas temen di Blitar dan gigs di laksanain di kediri POSITIVE CREW x BERANG-BERANG KINGDOM :


Alhamdulilahnya lancar acaranya walaupun rada sedikit ujan sorenya :)

Ini sedikit fo-foto acara ke 3 maaf kalau gak sebagus kamera mahal :


Sementara masih ini aja yang ketemu foto-fotonya...

Oke. Itulah sedikit cerita dari dokumentasi Positive Crew Kediri dengan Gigsnya "POSITIF KOLEKTIF". Sekarang kita bisa nunjukin bahwa anak muda juga bisa berkreasi dengan uang sendiri bisa bersenang-senang dengan caranya yang sederhana, semoga kelak bisa membuat gigs lagi, dan semoga tidak di persulit untuk membuat acara seperti ini dan ongkos studio tetap sesuai kantong.

dikirim oleh: Puji Otak Berisik (otakberisik@yahoo.co.id) | http://oberisik.blogspot.com

********
BELAJAR MENULIS GIGS/SCENE REPORT YUUKKS??....
"Suatu hari kamu datang ke gigs, terus kamu seru-seruan di gigs ... pogo, ketemu temen2 jauh, minum-minum, ketawa ketiwi, liat band yang kamu suka, dan cerita seru lainnya ... setelah itu kamu pasti cerita-cerita seru sama temen-temen kamu tentang apa yang kamu lihat di gigs tadi, dan tanpa kamu sadari kamu telah membuat semacam Gigs Report secara lisan ... nah, kenapa gak kamu coba untuk bercerita lewat tulisan?? ... kami yakin kalian punya potensi kearah sana (menulis) ... kalo kalian tertarik, kami siap memuatnya, kirim aja ke: noiseblast.media@gmail.com ...."

DOOM (UK) SOUTH EAST ASIA TOUR (ROSSI, 27 MARET 2014), A Photograph Gigs Report


Tentang DOOM

Band Crust Punk yang berdiri tahun 1987 di West Midland, Birmingham, Inggris ini sebelumnya bernama The Subverters yang digawangi oleh Jon Pickering (bass/vocals), Bri Doom (guitar) and Jason Hodges (drums). Nama Doom muncul setelah kehadiran Mick Harris (Napalm Death, waktu itu) menggantikan posisi Jason Hodges.

War Crimes (Inhuman Beings) adalah album debutan mereka yang dirilis tahun 1988 oleh Peacevile Records dalam format Vynil dan berisi 21 lagu. Setelah sebelumnya ditahun 1987 mereka terlibat proyek kompilasi yang diprakarsai oleh label yang sama, kompilas itu bernama A Vile Peace.

Seiring berjalan dengan waktu, DOOM tetap bertahan walau bergonta-ganti personil. Dan tercatat disini ada beberapa personil yang bergabung dengan DOOM berasal dari band-band seperti: Bolt Thrower, Boxed In, Contempt, Deviated Instinct, Devils, DIRT, Disabuse, Excrement of War, Extinction of Mankind, The Pheramones, Ruin, Sensa Yuma, Vallenfyre, dan Zounds. Dan inilah mereka yang pernah atau masih bersama DOOM hingga saat ini: John Pickering aka Jon (vocals), Paul Halmshaw (vocals), Karl Willets (vocals), Tom (vocals), Wayne (vocals), Peter Nash (bass), Scoot (bass), Chris Gascoigne (bass), Brian Talbot [aka Bri] (guitar, backing vocals), Denis (guitar), Anthony Dickens aka Stick (drums).

Tahun 2005 adalah tahun awal ke pasif-an DOOM setelah wafatnya Wayne Southworth (Vokal). Hingga pada akhirnya DOOM kembali ditahun 2010 dengan line up: Bri (guitar), Stick (Drums), Scoot (Bass), Denis (Vocals). Kembalinya DOOM ini melahirkan album: Doomed Again, Vynil 12" dirilis oleh Agipunk records. Kemudian muncul pula kompilasi kolesi lagu-lagu DOOM dalam 25 Years Of Crust yang dirilis oleh Moshpit Tragedy dalam format Digital File dan berisikan 15 lagu. Kemudian muncul pula pada akhir Desember 2013 album mereka yang bertitel Corrupt Fucking System yang dirilis oleh Black Cloud Records dan Gatefold Records dalam dua format, yaitu Digital File dan Vynil.

DOOM: http://www.doomcrustpunk.com

disusun seadanya oleh: Grindhacker, dari berbagai sumber

DOOM SOUTH EAST ASIA TOUR 2014


Dan 2014 ini mereka mengadakan turnya e Asia Tenggara ... berikut jadwal tur mereka dalam poster:






DOOM (UK) SOUTH EAST ASIA TOUR (ROSSI, 27 MARET 20014), A Photograph Gigs Report


Jim Rock atau dulu sering dipanggil Jimy Motorhead adalah seorang penggiat scene yang seneng ketawa, seorang traveller, seorang pelupa, seorang yang sayang keluarga, seorang yang humble, dan yang menonjol yang kami liat, dia adalah seorang multi-talent. Mengesampingkan atribusi Institusi Seni-nya dia berbaur bersama teman-teman di scene Hc/Punk Jakarta dan sekitarnya bahkan dibeberapa kota di tanah air. Terakhir dia menyatakan akan menggeluti dengan serius bakat Fotografi-nya dan memulai berpetualang ke beberapa kota untuk memenuhi keseriusannya tersebut. Jimy bisa dikatakan penggiat scene yang banyak memberian kontribusi walau dia gak ber-band-ria dan gak nyablon atau ngelapak hehe. Kontribusinya berupa karya seni dari mulai desain grafis sampa fotografi. Dan lewat jeperetan kamera-nya inilah dia berusaha menceritakan apa yang terjadi di Rossi 27 Maret 2013 lalu saat DOOM mampir ke Jakarta. 

Opening Act: BOMBARDIR (Jakarta Crust Punk)












DOOM on Stage ...









Koleksi foto Jim Rock yang lain silahkan kunjungi:
http://www.jimrockphotograph.com | http://rocknrolljourney.blogspot.com

atau silahkan langsung ke facebooknya:
https://www.facebook.com/jim.rock.10

PRAMOEDYA ANANTA TOER DIMATA SEORANG TEMAN




Pramoedya Ananta Toer, di dunia kesusastraan, luar dan dalam negeri –kecuali di kota kelahirannya: Blora, sosok individualis kontroversial kelahiran 6 Februari 1925, ini sudah tak asing. Karya-karyanya berbentuk novel, artikel, cerpen, maupun puisi yang didasari atas penyelidikan sejarah kebudayaan dari ketidakadilan dan kesengsaraan bangsa di bawah kuasa penjajahan sudah banyak bertebaran di toko buku, ruang baca maupun perpustakaan. Cercaan maupun penghargaan menghampirinya. Dengan gaya penulisan yang historis-romantis, hingga tragis-ironis, pandangan-pandangannya merangsang para pembaca untuk berfikir, menyelidiki dan memberikan penilaiannya sendiri. 

Apa yang dialaminya selama hampir dua dekade dalam tahanan dari penjara ke penjara adalah sebuah pertanggungjawaban buah pemikiran dan renungannya. Namun seperti juga halnya pembakaran karya hingga perampasan hak-haknya tak menghentikan komitmen perjuangannya, hingga maut menjemput tanggal 30 April 2006 silam. 

Perjuangannya melawan bentuk-bentuk kekuasaan penindas seperti dominasi dan eksploitasi, diawalinya dengan merubah kesadaran tentang hakikat ‘membaca’. Dan berbicara tentang implementasi karya Pramoedya adalah perlawanan: subversif! Bicara jujur di dunia yang korup penuh kebohongan, bertindak sederhana di tengah gaya masyarakat konsumtif adalah sebuah pemberontakan dan ancaman bagi keberlangsungan sistem yang mapan. 

Kekeliruan terbesar dan bebal adalah membaca tulisan-tulisannya tanpa pernah melakukan perubahan. Namun, bagi orang yang berhasrat akan buah karya ilmu pengetahuan, kebijaksanaannya tersimpan rapi dalam bahasa, tanpa mendikte kita dituntut menerjemahkan kembali sesuai dengan kondisi dan situasi saat ini. Hingga menjadi suatu anjuran, “Jika karya dan tulisan Pram yang kalian baca dan punya tak membuat kalian menjadi berani, bebas, produktif dan mandiri, maka bakarlah, kertas-kertas itu tak lebih dari sekeranjang sampah!” Seperti halnya tanpa membuat gemetar para birokrat, tanpa membuat nyala api jiwa individu dan massa terbakar hingga memerindingkan bulu kuduk para korporat, sastra adalah bangkai. 

Pram telah tiada. Sang maestro itu telah pergi setelah dari masa ke masa menjadi gesekan tandingan untuk melawan ketidakadilan pada diri, keluarga, dan bangsanya. Tokoh yang telah tutup usia di umur 81 tahun tersebut adalah bagian penting dari sejarah budaya perlawanan, nasional maupun internasional. Bukan hanya sastrawan, tapi pejuang yang cerdas, kuat dan bertanggungjawab pada akal sehat dan kepekaan kemanusiaan. “Everything could be a weapon if you hold it right.” Dia telah dengan baik memegang pena, kertas dan mesin ketiknya, begitu juga tugas nasional serta pribadi, kehendak bebas, hasrat terdalam dan desakan batin telah ia tunaikan. Ia telah mengambil peran utama, yang luhur dan bertanggung jawab. Mungkin hal tersebut adalah kutukan sekaligus pemberkatannya. 

Seperti semua mahluk hidup, semua manusia termasuk sastrawan mempunyai hak –bahkan kewajiban, untuk bergerak dan melawan –selain makan, bernafas, berak dan berkembang-biak; apalagi di hadapan tiran, kekuasaan dan kesewenangan. 

Apakah dunia sekarang baik-baik saja? Di manakah sosok pribadi kreatif, berani dan berpengetahuan?

Seperti seekor lebah yang mengumpulkan terlalu banyak madu, Pram telah memberi dan membagikan. Bersyukurlah kawan-kawan yang masih sempat dipertemukan dengan orang bijak yang menjadi tuan atas dirinya sendiri, yang dengan sadar dan berani menempatkan hidupnya dalam bahaya untuk perjuangannya terhadap kedaulatan kemanusiaan. Beruntunglah kalian, masih bisa belajar dari seorang tokoh besar yang namanya dikenal di mancanegara walau tak ada prasasti di kotanya sendiri. Saya menyatakan respek terdalam bagi orang yang telah mengamini dan mencintai kehidupan dengan banyak kepedihan dan luka yang dikandungnya.

Namun, dalam era kapitalisme global seperti saat ini, dengan sifat dan pola pikir masyarakat yang sakit dan sadomasokis, maka seperti sepenggal aforisme seorang filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche:

“Kini aku mati lantas membusuk.. dalam sekejap aku akan jadi ketiadaan… Tapi sebab-musabab rumit yang menjeratmu akan terulang kembali—ia akan menciptakan aku kembali! Aku akan kembali… Tapi ketika mereka tidak juga mengerti: aku bukan mulut untuk telinga-telinga ini.”

Judul Aseli: Making Pram A Threat Again


 
Bagikan