artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

IBLIS ATAU SETAN: Musuh Yang Tak Melawan Tapi Sulit Dikalahkan


By on 28.3.14

Redaksi Noiseblastmedia - Sebuah artikel yang kami ambil dari liputan6.com cukup memberi kami jawaban yang ilmiah (walau sebenarnya kami masih cari terus sumber yang lain) tentang sikap egois manusia yang tidak pernah mau mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Ya, kita terlahir dalam masyarakat yang sudah terkondisikan untuk mematuhi norma dan ajaran yang menjadikan sosok Iblis atau Setan sebagai "kambing hitam" dari semua kesalahan yang terjadi dimuka bumi ini. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah benar Iblis yang membakar hutan di Riau? Apakah Iblis atau Setan yang mencuri uang proyek Hambalang? Apakah Iblis atau Setan yang memotong-motong tubuh wanita yang ditemukan di sebuah kebun sore ini? Apakah Iblis atau Setan yang membuat Si Romlah hamil diluar nikah? Atau lihat lagi apakah anak anda yang super nakal itu anak Iblis atau anak Setan? Atau lihat lagi anda manusia atau Iblis? hehe.

Sungguh, andai anda berfikir semua perbuatan atau bisikan Iblis atau Setan, apakah anda pernah melihat bagaimana bentuk Iblis dan Setan sesungguhnya? Kami yakin jika anda jawab pernah, paling gambaran-gambaran Iblis yang anda deskripsikan gak jauh dari sosok Iblis buatan Holywood ya paling tidak sosok kambing berwarna hitam (karena selalu dikambing hitamkan hehe). Sudahlah, mari maksimalkan dua bilah otak kita (kiri dan kanan) singkronkan dengan hati kemudia jalarkan ke semua indra kita. Istilah "bisikan Iblis" atau "ajakan Setan" itu hanyalah kemasan lama agitasi dari para pencari kekuatan dan kekuasaan. Kebaikan atau Kejahatan semua adalah kinerja dari tubuh kita yang dirangsang oleh kondisi nyata yang ada di sekeliling kita.

Jangan biarkan Iblis mentertawakan kita karena kita terus menyalahkan dan menyalahkan Iblis, dalam hal ini kita udah bikin kesalahan nyalahin pihak lain pula, makin berlipatlah kesalahan kita dimata Tuhan, dan itulah yang diinginkan Iblis. Iblis mentertawakan kita bukan karena dia berhasil menghasut kita, tapi dia mentertawakan kebodohan yang kita lakukan, kemunafikan kita. Iblis tertawa karena melihat kekacauan yang kita lakukan sendiri.

"Setelah mati, manusia hanya ingin masuk surga, mereka terus berusaha menjadi sempurna sehingga mereka selalu menyembunyikan kesalahan-kesalahan mereka dengan cara memfitnah kami. Tapi mereka tidak menyadari kalau Tuhan itu Maha Tahu dan Maha Adil. Mereka tidak menyadarinya ketika mereka memfitnah kami, kesalahan mereka menjadi dua kali lipat dimata Tuhan. Setelah itu mereka berharap akan Surga?? hahaha ... justru mereka akan menemani kami menuju Pintu Neraka ...." - Pesta Iblis Diatas Kebodohan Manusia (satu alinea dari cerita pendek karya Dimas Djoen Jr.)

Dari uraian diatas berikut 10 poin yang kami anggap bisa dikorelasikan agar kita tidak dianggap pecundang oleh Iblis ... silahkan

10 Alasan Kenapa Manusia Lebih Jahat daripada `Setan`

Berbicara tentang moral dan perilaku manusia saat ini, tidak lepas dengan kejahatan yang terjadi di sekitar. Mungkin Anda pernah dirampok, dicuri atau mungkin diganggu kelompok lainnya.

Lalu kemudian mengapa di saat dewasa seseorang bisa bertindak nekat. Pernahkah Anda berpikir kalau manusia itu sudah memiliki sifat buruk (seperti setan) sejak lahir?. Seperti dikutip Listverse, Jumat (24/5/2013), 10 hal ini mungkin bisa membuka mata Anda

1. Perang yang tiada henti

Pada 2012, seorang profesor dari Harvard University menulis sebuah buku yang kontroversial. Buku ini berisikan perbedaan perilaku orang-orang modern dibandingkan dengan zaman nenek moyangnya. 

Pada sebuah halaman Ia menuliskan abad ke-20 adalah waktu 'berdarah'. Waktu paling kejam dalam sejarah, penuh dengan perang tak berujung dan belum pernah terjadi sebelumnya. 

Menurut War Memorial Polynational ada 237 perang antara tahun 1900 hingga hari ini, dimulai dengan Pemberontakan Boxer dan hingga saat ini perang di Afghanistan. 

2. Terlalu banyak ekspos internet

Tidak perlu banyak ekspos online yang menyebabkan semua orang bebas berkomentar. Bukan hanya itu, teknologi juga bisa memprovokasi Anda melalui foto yang kirim ke orang lain.

Saat ini banyak orang memiliki banyak kemarahan terpendam dan internet adalah tempat yang aman untuk melepaskan itu. Dan Ilmuwan di Amerika mengklaim ini karena antar manusia kurang kontak mata. 

3. Seperti simpanse 

Dr Christopher Ryan, penulis buku Sex at Dawn, cenderung berpikir kalau manusia memiliki banyak kesamaan dengan simpanse. dalam studinya, ia pernah menayangkan video perusakan bumi. Dan manusia dan simpanse memiliki reaksi yang sama.

Namun apa mau manusia disamakan dengan simpanse? Sekarang manusia sepertinya lebih memilih gencatan senjata dibandingkan perdamaian. 

4. Berani 'keroyokan'

Antropolog mengatakan dua pertiga dari masyarakat modern, mengobarkan perang suku. Dan parahnya, negara akan kehilangan penduduk sekitar 0,5 persen akibat perang suku. Bayangkan jika ini terjadi di Indonesia terus menerus. Indonesia memiliki banyak suku. Yang lebih buruk adalah tingkat pembunuhan yang tinggi akibat provokasi berlebihan sejumlah kelompok.

5. Gen prajurit

Ada beberapa orang yang memiliki gen prajurit. Gen ini secara teknis dikenal sebagai monoamine oxidase A (MAOA), dan menariknya, orang-orang yang memiliki gen MAOA berperforma rendah lebih rentan terhadap agresi dan perilaku kekerasan. 

Kebetulan, wanita cenderung memiliki gen tersebut karena perempuan memiliki dua salinan dari kromosom X (di mana MAOA dilakukan).

6. Kekerasan sebagai hiburan

Daya tarik hiburan tidak lepas dari kekerasan. Dengan melihat televisi atau bermain game, mungkin kita tertarik pada kekerasan. Seperti mendapat kegembiraan ketika kita bisa melawan musuh. 

Beberapa ilmuwan berpendapat kalau dalam hidup seseorang merasa kurang sensasi konflik dan bahaya, orang akan cenderung lebih nekat.

7. Pemikir besar jahat sering diyakini masyarakat

Filsuf Thomas Hobbes memiliki pandangan pesimistis terhadap kemanusiaan. Ia terkenal karena pernah menulis bahwa kehidupan manusia dalam keadaan alaminya adalah soliter, miskin, keji, kasar, dan pendek. 

Hobbes percaya semua orang mampu membunuh dan ketika dua orang menginginkan hal yang sama maka satu-satunya jalan adalah perang. Dalam benaknya, pemerintah dan masyarakat sipil adalah satu-satunya cara untuk mengekang kekasaran, namun ia mengaku bahkan pemerintah dan elit penuh korupsi.

8. Sejak bayi sudah disuap

Seorang peneliti Arber Tasimi di Yale University percaya kalau bayi bisa menjadi egois jika tidak diberi imbalan. Anehnya, dalam studi ia menemukan kalau balita bisa sangat membantu jika mendapatkan tiga biskuit. 

9. Kami memiliki pemerintah

Fakta sederhananya adalah kita memiliki pemerintah. Kita juga percaya pada masyarakat. Sehingga jika tidak ada seseorang yang membuat dan menegakkan hukum, maka kita memiliki sedikit kepercayaan sesama manusia untuk tidak membunuh atau mencuri.

10. Insting hidup sejak dalam kandungan

Insting kita untuk tetap hidup dan bersaing sejak dalam kandungan. Dengan kata lain, kita akan melakukan apa yang diperlukan untuk tetap hidup dan membuat kondisi lebih nyaman untuk diri kita sendiri. 

disusun oleh: Alinea Provokatif

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan