artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

MENJADI KECOA: Tidak Memiliki Senjata Mematikan Tapi Tetap Ditakuti



Mari kita beranikan diri untuk menengok kehidupan serangga yang satu ini, semoga kita bisa mendapatkan pelajaran yang berharga darinya.

Kecoa, serangga menjijikan yang hidup di sekitar kita. Tempat hidupnya yang kotor, pemakan kotoran, tubuhnya yang meninggalkan kuman, bentuknya yang membuat geli adalah sebagian alasan mengapa ia begitu dibenci oleh manusia.

Kecoa juga termasuk hewan paling lemah. Ia tak memiliki serangan mematikan untuk mengalahkan musuhnya, pada tubuhnya tidak terdapat taring untuk menggigit atau kuku yang tajam untuk mencakar. Dalam rantai makanan serangga ini adalah merupakan santapan hewan lainnya. Ia sendiri memakan kotoran atau organisme mati. Bahkan ada spesies kecoa yang memakan feses manusia.

Tapi, meski kehidupannya kotor, mengotori, menjijikan dan lemah, kita tetap bisa mengambil pelajaran darinya.

Diantara pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupan kecoa adalah bagaimana ia mempertahankan diri dari serangan. Kecoa yang hidup di perkotaan cenderung tidak memiliki musuh, kecuali kita yang sering ‘memerangi’ mereka. Cobalah kita lihat bagaimana kecoa bertahan dari serangan kita. Terkadang ia diam seolah mati saat kita pukul dengan sapu, selang beberapa menit ia pun menghilang entah kemana. Atau, ketika kita akan menyerangnya, kecoa berlari maju ke arah kita dengan larinya yang cepat seperti akan menyerang, ketika kita kaget, secepat kilat ia berbalik arah untuk menyelamatkan diri.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah bahwa seekor serangga yang menjijikan dan lemah seperti kecoa pun tak sudi membiarkan dirinya diintimidasi oleh makhluk lain, jika ia tak dapat menyerang, ia akan lari untuk menyelamatkan diri.

Kita sebagai manusia yang memiliki akal dan hati tentu tidak bisa menerima intimidasi dari siapapun dan dalam bentuk apapun . Kita memang tidak boleh menyulut permusuhan dan peperangan tapi harus memelihara perdamaian sebagaimana yang selalu kita harapkan. Namun, saat orang lain menunjukkan arogansinya kepada kita dan menginginkan kita tunduk begitu saja pada kemauannya kita tak boleh diam.

Perdamaian bukanlah tunduk pada kemauan orang yang berbuat jahat kepada kita, itu adalah tunduk pada kehinaan. Perlawanan terhadap penindasan bukanlah anti perdamaian melainkan upaya melenyapkan gangguan untuk mewujudkan perdamaian hakiki dimana kita hidup berdampingan dengan sesama kita tanpa gangguan. Bahkan ketika kita tahu bahwa kita tak dapat mengalahkan si penindas, lalu kita melakukan perlawanan dan mati dalam keadaan mempertahankan diri, maka kematian kita tidaklah sia-sia, kematian seperti itu adalah mati yang terhormat karena kita mempertahankan harga diri kita. 

KOLEKTIF KURANG KERJAAN

Demo lagu, press release (rilisan terbaru), Scene/Gigs Report, Artikel/Tulisan sendiri, Flyer/poster (Gigs/Events, Rilisan), Review (CD, kaset, filem, buku, dll), kirim ke: noiseblast.media@gmail.com.

 
Bagikan