artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

STRAIGHT EDGE BUKAN LABEL GAYA HIDUP TAPI SEBUAH KOMITMEN




Redaksi NoiseblastMedia - well tulisan ini diposting tertanggal 20 Desember 2007, lumayan lama ya. Basikah?? ... ENGGAK!! kami pribadi disini menganggap karya tulis (apapun bentuknya) sama seperti lagu yang kita buat yang bisa kita dengar atau bawakan lagi kapanpun kita mau. Seperti lagu, kita buat kemudian kita rekam dan kita rilis dalam bentuk CD, kaset, Vynil atau digital file, karya tulispun begitu, dibuat, dicetak dan diaplikasikan dalam banyak media seperti buku, poster, stensil, atau bahkan digital file. Dan mengenai bahasan Straight Edge, basi kah?? Enggak juga tuh ... eh tapi kalo bagi kalian yang merasa 'kesohor' sih bisa jadi wacana ini basi hehe ... Jujur kami bukan Straight Edge (tapi pernah hehe) dan ini adalah pilihan bukan sesuatu yang kudu dibela ampe mampus. Straight Edge bagi kami adalah personal choice dan gak bisa di grupkan atau diorganisir. Kalaupun ada, sumpah! kabari kami biar kami tertawakan sampai jungkir balik (soalnya di negeri ini ada kesamaan sedikit aja langsung dah jadi tuh 'community-community-an' hehe). Ya, Straight Edge itu pilihan pribadi, kalaupun ada kesamaan yang jelas gak kudu di sama-samain lah, karena kondisi personal disini itukan beda-beda, kalaupun ada seperti Straight Edge Society itu hanyalah slogan bahwa Staright Edge itu masih ada. Ya udahlah ... mau jelasnya baca aja deh nih ulasan tentang Straight Edge yang dikemas dengan singkat dan gamblang ini ... cocok buat kalian yang mau tahu tentang Straight Edge secara garis besar, ya setidaknya biar gak cuma nempel tuh label Straight Edge dibadan hehe karena ini bukanlah label gaya-gayaan hidup biar eksis, ini bukanlah pilihan ketika kalian 'nunclo' di scene HC/Punk, ini bukanlah sesuatu yang harus kalian klaim sebagai sebuah jalan hidup, ini hanyalah sebuah komitmen pribadi ... so ... silahnya ... silahpun ... aih, silahkan hhe ...

Straight Edge, Gaya Positifnya Anak Punk

Apa yang akan terlintas di benak kamu begitu mendengar istilah punk. tentu yang akan terlintas adalah urakan, amoral, free sex, drugs, dan hal-hal negatif lainnya.

Iya sih memang banyak banget anak punk dan para rocker yang kayak gitu . Contohnya aja si Elvis Presley yang karirnya hancur gara-gara dia nge-drugs dan akhirnya dia mati muda gara – gara over dosis . Atau The Beatles yang katanya sih jadi pemakai LSD pas masa kejayaanya mereka . Dan konon lagu mereka “Help” dibuat pas mereka lagi pada make LSD . fiuh… .

Tapi , gak semua rocker dan anak punk kayak gitu kok . Ada juga yang gaya hidupnya positif . Kelompok yang kayak gini menyebut diri mereka sebagai Straight Edge.

Straight Edge sendiri lahir pada tahun 1981 . Founding Father Straight Edge ialah Ian MacKaye vokalis band hardcore/punk Minor Threat . MacKaye ngrasa muak sama kelakuan para rocker yang saat itu hedonis banget dan tentu aja deket banget ama drugs dan alcohol . Lalu tercetuslah ide untuk membuat sebuah gerakan yang bernama Straight Edge . Straihgt edge sendiri muncul untuk mengubah imej musik punk dan hardcore. Ian Mackaye beranggapan bahwa dia suka musik hardcore , dia suka memainkannya namun dia tidak suka dengan gaya hidup yang dijalankan Kemudian dia dan bandnya Minor threat membuat sebuah lagu berjudul Straight edge.

“Waktu itu kan scene punk identik dengan self destruction,” ujar Noor Al-Kautsar a.k.a Ucay Rocket Rockers. “Ini adalah pemberontakan Ian MacKaye pas lihat banyak anak punk yang rusuh dan nge-drugs,” tambah Roma Maleakhi, vokalis Sherasupersweet (Pikiran Rakyat , 15 Mei 2007).

Konsep Straight Edge sendiri ialah menghindari segala sesuatu yang bersifat merusak diri seperti nge-drugs dan minum minuman beralkohol . Sehingga dari sini muncul slojgan “No drugs , no alcohol and no sex before married “.

“Straight edge merupakan jalan hidup dimana kita sebagai penganutnya harus dapat mengendalikan diri sendiri .Ini seperti tanggung jawab yang harus kita pegang teguh untuk menjalankannay“ ujar salah seorang straighth edger yang mengaku menjadi straight edge sejak SMA klas 1.

Minor threat sendiri sempet maenin lagu yang berjudul Straight Edge , simak deh liriknya .

I’m a person just like you
But i’ve got better things to do
Than sit around and f**k my head
Hang out with the living dead
Snort white s**t up my nose
Pass out at the shows
I don’t even think about speed
That’s something I just don’t need
I’ve got the straight edge


Bagian refrain tadi dinyanyikan berulang – ulang , sehingga orang yang ngrasa suka dengan gaya hidup Ian Mackaye mulai mengikutinya dan selanjutnya mengklaim diri mereka sebagai straight edger .

Straight edge dari tahun ke tahun pun semakin berkembang dan mempunyai era masing masing . Era pertama ialah era Old school berkembang di tahun 1980-an saat Ian MacKaye pertama kali mencetuskannya dimana yang diperjuangkan masih berkisar dengan no drugs , no alcohol and no sex before married . Era selanjutnya ialah era yang biasa disebut dengan Youth Crew yang mulai memperkenalkan unsur-unsur Straight Edge dengan cara yang berbeda Dengan menambahkan veganism dan animal liberation sebagai isu utama mereka . hal ini semakin diperjelas dengan lagu Youth of Today yang berjudul No More “meat-eating, flesh-eating, think about it/so callous this crime we commit” Inilah era dimana para straight Edge mulai menjadi vegetarian . Selain Youth of today band yang beridealisme straight edge ialah Gorilla Biscuit , Judge dan Bold .

“Para straight edger masa itu mulai menjadi vegetarian karena menganggap bahwa hewan pun punya suatu hak hidup yang tidak bisa dimusnahkan begitu saja” jelas Dayat vokalis Today is Struggle yang juga merupakan straight edger.

Pada awal tahun 1990an muncul sekelompok straight edge yang agak ekstrem dan menamai diri mereka hardline.Para hardline ini bertindak sangat agresif kepada orang yang mabuk atopun nge-drugs . Inilah yang membuat imej straight edge hancur di mata masyarakat sampai muncul istilah straight edge isn’t cool anymore. Namun setelah itu di akhir 1990 an muncul band – band straight edge seperti band-band Punk Rock xAFBx,Lionheartxxx dan band-band sejenis lainnya yang kembali menawarkan “hidup bersih” yang tanpa kekerasan seperti yang dilakukan para hardline.Straight edge pun kembali diterima .

Straight edge sendiri identik dengan lambag “XXX” atau dengan gaya penulisan xStraightxEdgex . Arti XXX sendiri untuk X yang pertama ialah untuk tidak merokok , X yang kedua berarti tidak make drugs dan alkohol dan X yang ketiga adalah untuk tidak melakukan hubungan sex pranikah .

Selain identik dengan lambang”XXX”.Straight edge juga identik dengan tanda black”X” yang digambar dibawah punggung tangan . Awalnya sih tanda ini biasa digunain anak-anak dibawah umur yang dateng ke club – club di Washington D.C untuk ngasih tanda bahwa mereka masih belum boleh minum minuman beralkohol sesuai dengan aturan legal dringking yang berlaku disana .

Penganut filosofi straight edge pun beranggapan bahwa straight edge sangat menguntungkan bagi mereka secara rasional maupun secara moral .

“Jelas straight sangat berpengaruh positif,selain kesehatan saya terjaga karena tidak merokok ataupun minum saya pun tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang itu” ujar dayat antusias .

Secara garis besar Straiht edge hanya ingin memperjuangkan apa yang dianggap dia benar . Seperti Ian MacKaye yang saat pertama kali mencetuskan straight edge walaupun di lingkungannya pada saat itu identik dengan gaya hidup yang hedonis . Saat ini straight edge sudah sangat populer tidak hanya di negara asalnya tapi juga di berbagai negara seperti Indonesia . Komunitas-komunitas straight edge pun sudah banyak terbentuk seperti Yogyakarta Hardcore(YKHC), memang tidak semua anggota YKHC merupakan straight edge tetapi kebanyakan mereka tidak merokok , nge-drugs walaupun mereka tidak mau mengklaim diri mereka sebagai straight edge . (Hty, kris)

kata-kata adalah pedang, diasah oleh nurani, dipertajam oleh pikiran, ditebaskan oleh mereka yang berani

MENJADI CANTIK BUKAN MENJADI BUDAK KOSMETIK



Redaksi NoiseblastMedia

MElihat barisan foto diatas, kami memberikan judul diatas hampir mirip dengan judul postingan ini. Postingan kami kali ini berisi tulisan dengan judul: CANTIK YANG MENAKUTKAN ditulis oleh seseorang yang bernama Eko Pujianto. Dalam tulisan ini dia berusaha mengutarakan kengeriannya tentang proses yang bisa dibilang instan untuk menjadi cantik menurut standarisasi modern. Teknologi untuk menjadi cantik itu sangat canggih dan sangat beragam dan memang pada akhirnya menjadi suatu kebutuhan dan keharusan bagi mereka yang mengikuti perkembangan jaman. Keinginan untuk menjadi cantik menurut standar (secara fisik berarti langsing, putih, bibir tipis, hidung mancung, mata lentik dan rambut lurus) mengakibatkan mereka buta akan dampak yang ditimbulkannya. Ya, anda bisa lihat sendiri mereka yang gagal dengan upaya cantik dengan silikonnya ... wajah mereka bukannya cantik malah jadi mirip satu sama lain, kadang kamipun berfikir, mereka yang gagal dengan silikon diwajahnya itu seperti ras baru akibat kegagalan dari sebuah upaya untuk cantik. Disini teknologi tidaklah bisa disalahkan 100%, tapi justru 'keinginan' atau 'hasrat' atau 'hawa nafsu' dari si individu-lah semua ini pada akhirnya terjadi. Mau disalahin teknologi, ya memang mereka yang mau, mau menyalahkan diri sendiri alias menyesal juga ya tidak merubah keadaan. Penyesalan, itu seperti polisi di filem India, datangnya belakangan, dan menjadi cantik itu gak selamanya harus ditopengi oleh kosmetik dan operasi pelastik, menjadi cantik adalah bijak dalam memenej penampilan, menjadi cantik seharusnya alami, menjadi cantik itu bukan berati harus menjadi BUDAK KOSMETIK. Karena mereka yang cantik itu tidak pernah menyadari kalau dirinya cantik ... selemat membaca.

Cantik Yang Menakutkan

Perempuan cantik tentu menjadi idaman setiap laki-laki. Tak hanya laki-laki, para perempuan juga mendambakan dirinya cantik. Secantik apakah cantik itu?

Membahas cantik sejatinya membincang mindsetkolektif mengenai cantik itu sendiri. Cantik itu tidak bisa dipukul rata. Ada beberapa pandangan. Ya, memang ada pandangan yang mendominasi. Misalnya, cantik itu putih dan langsing. Pandangan lain tentu tak boleh dikesampingkan.

Masih terngiang dalam ingatan dalam sebuah kontes kecantikan dunia, seorang kontestan dipilih menjadi pemenangnya meski secara fisik tak begitu “cantik” dibanding kontestan lainnya. Ia dipilih oleh juri karena dapat menampilkan pribadinya yang mempesona, otak yang cemerlang dan tentunya moral yang tidak rendahan. Hal ini ia sebut sebagai inner beauty alias kecantikan yang memancar dari dalam diri. Kecantikan yang tulus. Tidak dibuat-buat oleh bedak, lipstik, dan aneka rupa treatmen bahan dan alat kecantikan.

Anda boleh setuju atau menyangkal bahwa kecantikan seperti itu hanya omong kosong. Hanya wacana. Terlalu idealis. Toh, kecantikan pertama kali dilihat tentu dari fisiknya. Mana sempat lihat isinya. Cantik, ya, untuk dilihat dan dinikmati kecantikannya. Yang dapat dilihat, ya, fisiknya. Jika benar begitu berarti Anda termasuk orang yang suka menilai sesuatu dari “cover”-nya atau “chassing”-nya.

Apakah salah? Tentu tidak. Kalau dari sononya cantik, ya, cantik. Hanya orang munafik sajalah yang “menyalahkan” pandangan seperti itu. Marilah kita rayakan perbedaan pandangan. Apalagi kalau kita dapat saling menghargai perbedaan itu.

Bagi saya, cantik itu anugerah yang patut disyukuri. Namun yang menjadi sorotan saya adalah proses menjadi cantik, terutama cantik fisik. Bagi kebanyakan orang Indonesia cantik secara fisik berarti langsing, putih, bibir tipis, hidung mancung, mata lentik dan rambut lurus. Hal ini dapat dilacak dengan mudah. Nyalakan televisi dan tonton iklan satu per satu. Buat daftar iklan yang berkaitan dengan kecantikan. Lebih banyak mana antara iklan pelangsing tubuh dengan penggemuk tubuh? Lebih banyak mana antara pemutih kulit dengan penggelap kulit? Iklan pelurus rambut atau pengkriting rambut?

Bagi orang Indonesia kebanyakan, kulit putih itu mahal harganya. Betapa tidak? Indonesia terletak di daerah tropis. Tuhan menganugerahkan kepada kita sinar matahari yang berlebihan. So, kulit gelap itu sudah biasa. Untuk menjadi putih, perlu perawatan yang tidak murah harganya.

Saya mendadak takut mendengar cerita tentang cara memutihkan wajah. Saya membayangkan seorang suami yang tidur bersebelahan dengan istrinya yang wajahnya dilumuri oleh entah bahan apa. Pemutih wajah instan juga mengancam dengan kandungan zat kimia yang berbahaya, seperti merkuri.

Memang kosmetik dapat menjadikan seseorang tampak cantik. Tapi, saya mendakak takut dan merinding ketika mendapati seseorang yang biasanya menempeli wajahnya dengan kosmetik lalu ketahuan tanpa kosmetik. Sungguh menakutkan. Seram! (Ekopollac)


 
Bagikan