artikel, demo sound, band profile send to: noiseblast.media@gmail.com

NBR 024/2014 MACHINE-GRIND ERECTION - The Last Elecpornic Session ep.



Redaksi NoiseblastMedia, Rilisan ini adalah akhir dari perjalanan band elektro/cyber grind asal kota Depok yang mengusung lirik segala bentuk masalah social-politik yang berawal dari selangkangan. Delapan lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya akan dikemas menjadi satu abum ep dengan title The Last Elecpornic Session dengan format free download.

Eit tapi sebentar sebentar … ternyata ini bukan akhir dari band ini, tapi ini hanyalah akhir dari bentukkan elektronik /cyber sound yang ada dalam karya-karya mereka. Ternyata mereka masih aktif dan baru aja bikin album splitan dengan band groovy grind asal selatan Jakarta yaitu Vagina Dentata. Ya, mereka berkamuflase jadi Massive Genital Erection atau MxGxEx. Untuk inpo-nya bisa di cek disini: http://www.noiseblast-media.tk/2014/03/vaginal-erection-akhrnya-dirilis-juga.html

MACHINE-GRIND ERECTION aka MASSIVE GENITAL ERECTION aka MxGxEx "The Last Elecpornic Session"

Tracklist:
00 Chaotic Abysmal Penetration
01 Ministry Of State For Prostitution Services
02 Diktator Cabul, Pedofilia Sok Bijak
03 Chronical Gonorrhea
04 Kawin Kontrak (Zinah Legal Onta-Onta Birahi)
05 Gratifikasi Vagina
06 King Anus III [In Anus Domina (Cock And Ball Torture cover)]
07 Raja Kontol!

Produced by: Goredhell and Noiseblast Recording
All tracks writen and composed by Goredhell
All sounds recording, Mixing and Mastering at: Noiseblastudio
Mixing Date: March, 2013
Matering Date: June 2014 
Length : 20 Minutes 00 second
Cover Design by www.dmzgraphics.tk

Web: 

PS: For split, compilation or another relases project please contact to ourMxGxEx fan page facebook 



ROCKUMPETx911, The Profile


BIOGRAPHY

Awal terbentuk di kawasan pinggiran kota tegal disebut kampung Sumur Dalem, Kota kecil ini telah berkembang akan musik-musik keras, tapi tak terpengaruh oleh itu, saya sang pemain gitar "Septian Sandi Permadi" membuat proyek band dengan mengusung grindcore pada mulanya, dan terus explore dari HC punk sampai ke powerviolence pada akhirnya dan disebut sebagai, ya benar "ROCKUMPET" dengan bekal ilmu seadanya dan modalkan senang-senang saja, gak serius karena ini bukan bandnya candil. dari keniatan yang mulai dari tahun 2011 sampai terealisasikan tahun 2012 dengan prinsip males manggung asal latihan dan rekaman ini (karena manggung itu capek) mulai berjalan dengan apa adanya tanpa paksaan dan mulai merekrut teman-teman sekampung yang menjadi personil awal seperti "Ardian hary pranata" ya sebagai drum. berjalan timpang dengan 2 personil cukup meyakinkan walau akhirnya nambah 1 lagi untuk pemain gitar tapi hanya sekali latian udah gak gabung lagi ya dia "Yudi yulianto".

Tahun 2012 akhir mulai perombakan personil karena sang teman drumer harus kuliah di luar kota dan agak sibuk, saya memutuskan mencari peran pengganti sementara, ya hanya sementara karena bagaimanapun tidak ada dalam kamus saya mantan personil. dalam waktu dekat saya juga mengajak 2 teman sekaligus sebagai tambahan, mereka berperan untuk vocal, ya mereka berdua vocal, sungguh aneh memang band dengan 1 pemain gitar, 1 pemain drum, dan 2 vocal, mereka adalah "Akbar" dan "awank". tak berapa lama sang drumer pengganti pun saya ajak dari band teman satu kota ya dia adalah "Agung permadi", tanpa keberatan mereka menyanggupi untuk latihan beberapa kali walau jarang kami latihan bersama, selalu minus 1 sampai 2 orang, dan tak terlalu masalah. ini bertahan sampai tahun 2013, jangka waktu yang lama ya, hahaha tidak juga karena kita ngurusin band hanya 2 bulan sekali jadi tak terasa.

akhir 2013 "awank" memutuskan mundur karena kesibukannya. ya kita mulai berjalan bertiga dengan personil yang tersisa di pos masing-masing (hahaha pos kamling).

2014 adalah tahun dimana posisi sebagai manusia biasa yang kalah sama keadaan, fak off lah, bisa dibilang personil semua butuh kerja dan melanjutkan hidup masing-masing. saya sang pemain gitar harus pindah domisili sementara ke Ibukota (jakarta pastinya) untuk mengemban beban pekerjaan (tailah), sang vocal "akbar" yang harus merantau ke karawang untuk menjadi budak industri di daerah tersebut (buruh pabrik) dan sang drummer yang saat itu kebagian jatah ujian nasional sekolah menengah atas dan harus pindah domisili untuk kuliah pastinya (ya beginilah latar belakang kita semua). akhirnya menyudahi pergerakan "ROCKUMPET" saya memutuskan untuk memindah domisili band ini juga ke Jakarta, dengan mengajak seorang teman untuk posisi drumer, ya dia adalah "Pandu Kuro" sang drumer kenamaan di jakarta yang sebenarnya profesinya pelawak katanya sih. dan tetap kepada "Akbar" di vocal, kita merubah nama (sebenarnya hanya menambah kata saja) menjadi "ROCKUMPETx911" (dibaca : rockumpet nine eleven, mirip kek toserba kapitalism), saya memantapkan band ini berdomisili di jakarta utara (saya sebut north coast band karena lokasinya di pinggir laut yaitu Pluit).dan dengan mengusung selogan baru Band JKTx911 ( Jakarta, Karawang, Tegal 911 ) ya apa lu kata dah, dan kami membentuk tim untuk band area jakarta dengan personil baru, area tegal dengan personil lama. gitu deh mirip kek tim-tim JKT48.

inilah kami Project Grindcore / Hc punk / powerviolence Band from north coast jakarta, Indonesia dengan lyrical tema : Sosial, violence, Rejected, Humilation, Disaggrement, Against, sarcastic, curse, idiotism, GALAU ABIS (wanita semua sama).

LINE UP

formed line up member for Crank:
  • Pandu Kuro - Grinding Drum ( 2014 present)
  • Septian permadi grindbook - gitar
  • Akbar - vocal
More member:
  • Ardian Hary Pranata - drum (still exist)
  • Agung Permadi - drum (still exist)

get smoker, drunker, thinking woman, and grindcore (perokok, peminum, penggalau wanita dan Gece)

DISCOGRAPHY :
  • 2014 - Demo Raw (digital download)
  • 2014 - CD Ep "Self Tittled" (coming soon)

CONTACT

Facebook : www.facebook.com/rock.umpetxgc
Twitter : www.twitter.com/rockumpetx911
Bandcamp : www.rockumpetx911.bandcamp.com

============= xxx ==================

Buat temen2 yang nge-band, yuk kirim profil bandnya (BIOGRAPHY, DISCOGRAPHY, PERSONIL, KONTAK/ALAMAT WEB & SOSMED, LOGO/FOTO BAND) ke: noiseblast.media@gmail.com .... kasih judul emailnya: NAMA BAND<spasi>PROFILE ...

untuk profil band bisa aplikasiin dalam format .txt, atau MS words dan buat foto/logo dalam format .jpeg jadiin satu folder terus di zip/rar. kalo bingung, buat referensinya silahkan klik postingan beberapa profil band dari link berikut ini: http://www.noiseblast.tk/search/label/Band%20Profile

oke thanks dan salam baca!

Redaksi NoiseblastMedia

WACANA POPULER ITU BERNAMA ANTI-MAINSTREAM



Redaksi NoiseblastMedia, eh ... ini ada tulisan yang pas banget lagi terngiang-ngiang di pikiran kami yang diawali dari mendengarkan beberapa karya lagu teman-teman yang lantang menyuarakan tentang sebuah pemberontakan yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang populer dan lumrah, bahkan menjual (kalau sudah menjual pasti dijual harga tinggipun dikejarlah ... hehe). Yang jadi pertanyaan, kenapa temen-teman menciptakan karya yang seakan-akan melecehkan sebuah pemberontakan atau perlawanan? Apakah mereka ini sudah terhasut oleh sesuatu yang membuat mereka berpaling dari semangat mereka untuk memberontak? atau apakah karena mereka telah mapan dengan posisinya sehingga mereka tak butuh lagi yang namanya pemberontakan, perlawanan atau bahasa kerennya budaya perlawanan??

Pertanyaan-pertanyaan diatas ternyata pada akhirnya kami jawab sendiri dengan "Tidak! mereka masih dalam posnya masing-masing ..." ya, mereka masih memiliki esensi dan keyakinan dari sebuah bentuk pemberontakan sesungguhnya, mereka masih menyayangi dan peduli dengan kita. Ini hanyalah sebuah refleksi ketika banyak diantara kita yang masih terus mengumandangkan budaya perlawanan dan makin massive, dan tidak disadarimaka makin banyak pulalah individu-individu baru yang muncul sebagai sosok-sosok baru yang berjubah budaya perlawanan tersebut. Bahkan diantara mereka ada juga yang memanfaatkannya sebagai komoditas yang hanya menguntungkan pihaknya saja. Ya, Budaya Perlawanan itu sekarang sudah mati, dan semua dikembalikan kepada individu-individu masing-masing. Karena pada sejatinya sebuah perubahan sosial itu harus diawali dari individu. "Revolusi Sosial itu dimulai dari Revolusi Diri Sendiri". 


Sama dengan artikel dibawah ini, ketika ada satu wacana (datang dari luar pastinya) berbicara masalah Anti-Mainstream, kemudian di iyakan oleh banyak penggiat scene, maka pada akhirnya wacana Anti-Mainstream itu menjadi wacana yang populis di scene, dan bahkan sebagian hanya sekedar mengkonsumsi dan menjualnya lagi tanpa ada pemahaman tentang wacana Anti-Mainstream ini. Dan apa yang kita simpulkan dengan situasi seperti ini? dengan berat hati kami menyatakan bahwa BUDAYA ANTI MAINSTREAM SEKARANG SUDAH MENJADI MAINSTREAM.

Ya ... sadar tidak sadar semua sudah terjadi, dan mungkin karya tulis dari Ugahari ini akan enjelaskannya dengan simple dan santai ... silahkan menikmati sob ... S.A.M.H !!! (Salam Anti Mainstream Hehehehe)

(ANTI) MAINSTREAM

oleh: Ugahari

Terdapat dua arus mengalir berlawanan. Yang satu dinamakan mainstream, yang lain dinamakan anti-mainstream. Arus pertama adalah arus utama dimana mayoritas manusia terjun dan larut dalam alirannya. Arus kedua merupakan arus yang menentang arus utama dimana manusia yang mengalir bersamanya tak sebanyak pada arus utama. Keduanya mengalir dalam sungai yang sama.

Sungai itu bernama kehidupan. Manusia selalu harus memilih mana yang akan diikutinya. Umumnya setiap orang akan ditunjukkan dan diajarkan untuk pergi berenang di arus utama, tapi tak jarang mereka berontak dan berenang melawan arah, menentang mainstream, menjadi anti-mainstream. Hasrat menjadi berbeda adalah salah satu alasan. Repotnya adalah ketika anti-mainstream kadang berubah jadi mainstream pada suatu waktu. Dua arus itu jadi tak ada bedanya.

Karena saking asiknya berenang dalam arus non-mainstream, orang tak sadar bahwa ia sedang larut dalam arus mainstream. Mungkin karena semakin banyak orang yang terjun ke anti-mainstream sehingga arus tersebut jadi yang utama. Mungkin karena setiap orang ingin jadi beda. Pelan-pelan semuanya malah meninggalkan mainstream. Menuju anti-mainstream dan alpa bahwa semua juga begitu. Mereka tetap menjadi mainstream.

Ketika semua orang menjadi pemberontak, yang tidak memberontaklah yang justru sedang memberontak. Arus pemberontak yang begitu deras justru menenggelamkan mereka sehingga mereka tak bisa berbuat apapun, tak bisa memberontak, hanya terseret arus. Alih-alih berbeda mereka justru jadi seragam. Awalnya ingin berdandan nyentrik tapi lupa diri bahwa yang lain juga sama. Tak ada bedanya.

Tapi yang lebih membingungkan adalah anti-mainstream adalah mainstream. Tidak, saya tidak bicara tentang fixie yang justru jadi mainstream. Atau bukan tentang punk yang mungkin suatu hari akan jadi gaya hidup mayor. Maksud saya adalah mayoritas orang memilih menjadi anti-mainstream. Mainstream saat ini adalah anti-mainstream. Jadi bukan perilaku anti-mainstream yang jadi mainstream, tapi anti-mainstream itu sendiri yang telah menjadi mainstream.

Manusia lalu hidup dalam kebingungan. Persis seperti tulisan ini yang tak jelas bicara soal apa. Orang lalu terjun ke dalam sungai hidup, larut dalam ketidakjelasan arusnya, terseret kesana kemari, dan tak pernah tahu sedang ada dimana. Siapa pula yang peduli itu lagi setelah arus-arus kini tak ada bedanya. Mereka saling berhajaran tapi tak punya nama yang membedakan. Saya duduk di tepi sungai, mengamati sekilas. Tak lama berdiri, melompat ke dalam sungai.


MEMBACA ITU LEBIH PENTING KETIMBANG SEKOLAH!




Setiap orang memiliki profesi masing-masing yang berbeda. Untuk mendukung keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbaik dari masing-masing profesi tersebut maka syarat untuk mencapai harapan tersebut adalah dengan cara memperbanyak Ilmu pengetahuan dan wawasan kita dalam profesi yang kita jalani.

Untuk bisa mendapatkan Ilmu pengetahuan dan wawasan kita, caranya teramat sangat beragam. Berjuta cara bisa kita lakukan untuk bisa mendapatkan Ilmu Pengetahuan dan wawasan di bidang kita masing-masing. Namun apapun cara dan nama lembaga tersebut, SATU YANG PASTI bahwa dalam proses tersebut adalah unsur utamanya adalah unsur MEMBACA. Yang membedakan selanjutnya adalah apa yang dilakukan oleh seseorang tersebut setelah MEMBACA. Apakah seseorang tersebut hanya DIAM atau setelah MEMBACA kemudian mewujudkan apa yang dia BACA maka dapatlah dia Ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Setelah itu, letak yang membedakan kecerdasan dan keahlian seseorang yang satu dengan yang lain adalah terletak pada tingkat seberapa banyak dia membaca kemudian mengamalkan apa yang dia baca.

Namun Ironisnya, selama ini orang banyak “tertipu” dengan doktrin-doktrin lama bahwa untuk mendapatkan Ilmu pengetahuan dan wawasan luas hanya bisa di peroleh melalui jalur-jalur pendidikan formal bernama SEKOLAH, KAMPUS, atau lembaga pendidikan formal yang lain. Tujuan tersebut tentunya dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal untuk menjadikanya ladang “bisnis” yang menggiurkan.

Lihat saja, hampir semua orang tua kerja keras banting tulang untuk mencari uang. Ketika ditanya untuk apa uang tersebut, salah satunya pasti sebagian besar untuk membayar biaya sekolah anak dan kuliah anak mereka. Ketika ditanya kenapa orang tua kita mau melakukan itu ? hal ini karena semua orang tua ingin supaya anaknya cerdas dan memiliki Ijazah. Orang tua rela membayar biaya mahal hanya untuk mendapatkan Ilmu pengetahuan dan kecerdasan serta wawasan melalui sekolah dan kampus. Padahal sebenarnya banyak cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan serta pekerjaan yang tidak harus mahal.

Berikut merupakan beberaa cara hemat dan tepat untuk mendapatkan Ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas berdasarkan pengalaman penulis:

1. BACALAH !

Anda ingin ahli dibidang apapun, KUNCI UTAMANYA adalah membaca ! Dan sesuaiakan bacaan tersebut sesuai yang kita suka dan bisa mendukung untuk mencapai tujuan kita. Misal anda ingin jadi dokter, berarti perbanyaklah baca buku-buku, artikel, makalah atau penelitian-penelitian terkait bidang kedokteran, begitu juga dengan bidang yang lain, semunanya syarat utamanya adalah BACALAH !

2. DISKUSI

Tidak mungkin sebuah ilmu pengetahuan bisa di dapat hanya dengan melalui membaca saja. Walaupun mungkin dalam bidang tertentu bisa saja sebuah Ilmu pengetahuan bisa kita dapat dari membaca. Namun untuk memaksimalkan dan mematangkan tentang ilmu pengetahuan yang kita dapat dari membaca, perlu dibuktikan atau di uji dengan mendiskusikan apa yang telah kita BACA dengan orang lain atau komunitas lain. Untuk melakukan diskusi, sekarang teramat sangat mudah karena adanya internet. Dimana kita bisa mendiskusikan apa yang telah kita baca dengan berbagai banyak forum. Dari hasil diskusi pastilah kita akan mendapatkan wawasan atau mungkin pemahaman baru dari apa yang sudah kita baca tersebut.

3. WUJUDKAN DAN PRAKTEKAN!

Setelah kita baca, kemudian mendiskusikan apa yang kita baca, hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan hasil dari keduanya (hasil membaca dan diskusi). Hal ini karena tidak mungkin ilmu pengetahuan bisa tercipta dan muncul tanpa adanya perwujudan dan tindakan yang NYATA.

Dari ketiga poin diatas, Saya ingin mencontohkan sedikit pengalaman saya.

Pada suatu ketika saya ingin bisa membuat dan memiliki sebuah website/Blog. Awalnya karena saya seorang mahasiswa saya percayakan untuk bisa mendapatkan keahlian bisa membuat Website/Blog saya mengikuti perkuliahan yang sesuai yaitu mata kuliah Design Web. Namun sayangnya saya teramat sangat kecewa karena ketika mengikuti perkuliahan tersebut sangat bertele-tele dan lebih berkutat pada teori dan teori.

Dari peristiwa tersebut kemudian saya memutuskan untuk melakukan ketiga hal tersebut diatas.

Pertama, Saya pergi ke perpustakaan online bernama “GOOGLE” disana saya tulis kata kunci begini “CARA BELAJAR MEMBUAT WEBSITE UNTUK PEMULA DENGAN MUDAH DAN CEPAT”. Setelah saya enter, munculah ribuan tulisan yang membahas tentang itu. Akhirnya saya pilah dan pilih artikel kemudian saya BACA dan pelajari tulisan-tulisan tersebut yang saya rasa faham dan bisa mengikutinya.

Kedua, Setelah saya membaca tulisan-tulisan di internet tersebut, kemudian saya bergabung dengan beberapa komunitas yang berdiskusi tentang cara membuat website. Dari forum-forum tersebut saya mempertanyakan banyak hal tentang apa yang sudah saya baca kepada kawan-kawan di forum tersebut. Selain berdiskusi melalui forum-forum komunitas, saya juga melakukan diskusi dan tanya jawab dengan kawan-kawan komunitas online saya yang sudah lebih dulu memiliki website pribadi.

Ketiga, Setelah BACA dan Mendiskusikan hal tersebut langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah MEWUJUDKAN dan MEMPRAKTEKANYA. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli domain dan hosting melalui teman saya. Setelah membeli domain dan hosting kemudian saya mempraktekan apa yang sudah saya baca dan diskusikan, dan akirnya tidak kurang dari 3×24 jam www.dunieperpustakaan.info JADI. dan sekarang website www.duniaperpustakaan.info saya ganti menjadi www.duniaperpustakaan.com :)

Melalui tulisan ini saya merasa yakin bahwa kunci utama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas tidak harus melalui media bernama sekolah dan kampus. Karena Justru (berdasarkan pengalaman pribadi) dunia pendidikan bernama kampus justru terlalu mempersulit mahasiswanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan disana. Bayangkan,:
“untuk mendapatkan ilmu pengetahuan di kampus kita harus bayar biaya kuliah yang mahal, Bersepatu (sendal jepit dilarang), memakai kemeja (kaos oblong ga boleh). Kehadiran 75 % (kalau sambil kerja hampir ga bisa karena kerja berbarengan dengan jam kuliah). Dan masih banyak lagi aturan-aturan yang menurutku ga penting dan menjadi jaminan serta menentukan bahwa aturan-aturan itu akan membuat orang cerdas dan berilmu."
Saya sadar bahwa pengalaman seseorang yang satu dengan yang lain mungkin berbeda. Tapi inilah yang saya alami dan rasakan, dan saya juga menemukan banyak bukti dan fakta dilapangan sebagai berikut:

* Lama Menganggur, Seorang Sarjana Menipu & Mencuri
* Tamatan SD Lebih Bisa Jadi Wirausaha Dibanding Sarjana
* Sarjana Menganggur karena Proses Pembelajaran di PT Tidak Tepat
* Wuih… 2,6 Juta Sarjana Menganggur - KOMPAS.com
* 30 Ribu Sarjana Universitas Mulawarman Menganggur
* 21.000 Lebih Sarjana S1-S2 Menganggur - KOMPAS.com
* Tempointeraktif.Com - Sarjana Menganggur di Indonesia Hampir Sejuta
* 37 Ribu Sarjana Menganggur di Sulsel | Republika Online
* Pengangguran di Surabaya Capai 802.568 Orang
* Tempointeraktif.Com – Tujuh Ribu Sarjana di LumajangMenganggur
* 700 Ribu Sarjana Menganggur : Harian Berita Sore
* Tempointeraktif.Com – Statistik: Sarjana Lebih Banyak Menganggur
* Tempointeraktif.Com – Penganggur di Kota Malang Didominasi Sarjana
* Tribun Pontianak: 1.142.751 Sarjana Siap Jadi Pengangguran
* PENGANGGURAN INTELEKTUAL BERTAMBAH 20 PERSEN PER TAHUN – Universitas …
* Lebih 60 Persen lulusan Sarjana Menganggur di Indonesia
* Menjamu Era Wirausahawan Muda Indonesia
* Peran Kampus Sebagai Produsen Pengusaha
* Agus Marto: Sarjana Nganggur Harus Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
* DAN TERAMAT BANYAK BUKTI DAN FAKTA YANG LAIN

Harapan penulis juga, semoga setiap apa yang anda baca dalam setiap tulisan yang ada di web ini juga bisa anda ciptakan menjadi ilmu pengetahuan ketika anda lakukan ketiga hal tersebut di atas.

Judul Aseli: Bacalah! Diskusi! dan Wujudkan! Itulah Kunci Utama Kuasai Ilmu Pengetahuan
Sumber: duniaperpustakaan.com

NBR 023/2014 MAENASAL - Senar Karatan Symphonoise




Redaksi NoiseblastMedia, Ya, ini adalah salah satu proyek iseng dari seorang crew kami. Dengan gitar kopong (gitar akustik) butut dan menggunakan uang 500 perak sebagai pick gitarnya, dia ber-eksperimental menciptakan karakter noise. Ada alasan yang menarik ketika dia membuat ini salah satu diantaranya adalah “gue hanya berusaha menciptakan noise dari alat musik. Karena seperti diketahui banyak orang Noise itu oposisi dari musik, kalo orang sedang ngedit musik, pasti noise-nya dibuang, tapi disini gue juastru sebaliknya, Musik itu oposisi dari noise, dan noise sangat bisa diciptakan dari alat musik yang gak seharusnya menimbulkan noise” … panjang lebar membingungkan hehe, akhirnya kami simpulkan kearah, Noise it bukan Musik, tapi noise bisa diciptakan oleh alat musik.

MAENASAL – Senar Karatan Symphonoise ini ada 7 judul didalamnya dengan durasi 21 menit. Ini juga kami jadikan format free download agar bisa menyebar dan berharap bisa diterima dan diapresiasikan di scene. Ya mulianya begini daahhh … biar lebih banyak dan variatif apresiasi kita terhadap sebuah karya, khusunya audio ini. Diterima sukur, gak diterima ya udah gapapa hhe.

MAENASAL - Senar Karatan Symphonoise 

Released: August 17, 2014
Label: Noiseblast Recordings
Country: Depok, Jawa Barat, ID

Tracklist:
01. Dengarkan Saja dan Jangan Banyak Tanya Ini Apa
02. Pak Nois Hir Maenasal!
03. Menggugat Kemerduan
04. Jangan Minta Diulang
05. C5SS (Cukup 5 Senar Saja)
06. Up 50db Achaostic Noise Reduction
07. Jambu Klutuk

Produced by Maenasal & Noiseblast Media
All tracks writen and composed by God666Hell
All sounds recording, Mixing and Mastering at: Noiseblastudio
Date: June 2014 
Length : 21 Minutes 04 second
Cover Design by www.dmzgraphics.tk

Maenasal is one man stand experimantal noise acoustic project.

Web: 

Thanks to: YOUR EARS AND YOUR IMAGINATION!!

PS: For split, compilation or another relases project please contact to Noiseblast Media



VAGINA DENTATA, Interview



Adalah sebuah mitos tentang bagaimana Vagina wanita itu memiliki gigi yang dapat melumat kemaluan seorang pria. Ya VAGINA DENTATA nama yang kemudian menjadi nama sebuah band Pornogoregrind asal Pasar Minggu dan beranggotakan 4 pemuda hobby mengkoleksi filem-filem porno dan juga sangat antusias jika arah pembicaraan sudah mengarah ke selakngan.

Berikut 10 pertanyaan yang kami tujukkan buat VAGINA DENTATA, pertanyaannya (bukan jawabannya hhe) secara jujur gak bermutu dan gak nyambung ... tapi, simak aja deh ya? Hehehe

NB: Apa yang melatar belakangi musik kalian menjadi musik yg kontain liriknya tentang Porno?
VD: sebenernya karena kecocokan dari semua personil aja sih, sama-sama suka ngoleksi bokep dan cukup hyper sama yg namanya seks dan disamping itu kita ingin mencari yang beda aja dengan yang lainnya, hehehehe 

NB: Ada kendala gak membuat konsep musik Pornogrind ini? jelaskan!
VD: Gak ada, Kami melakukannya dengan Enjoy seperti Hubungan seks aja (hahaha), tapi tetaplah pada jalur aslinya dan ngerti apa yg kami ambil. hehehehe

NB: Lebih pentingan mana menurut kalian, Lirik atau Musik?
VD: dua-duanya penting sepenting film-film hot dari Audrey Bitoni, Alleta Ocean dan Bintang bokep lainnya haha

NB: Musik kalian pornogrind dan gak ngebut kaya pornogrind "lainnya" di scene ini? Apa aja yang mengilhami musik VxD ini?
VD: mungkin ingin terlihat beda dari yg ada,dan disini kami terlalu di pengaruhi oleh band-band seperti yg lumayan toku impetigo,cock and ball torture dan ulcerous phlegm . jadi ga perlu ngebut deh seperti cara seks kami pelan-pelan asal pasti :D.

NB: Menurut kalian, bisa gak band Pornogrind nyisipin selagu atau dua lagu dialbumnya yang bertemakan Sosial Politik? jelasin ...
VD: bisa aja kenapa tidak, mungkin kita bisa gabungkan unsur sosial politik dengan kepornoan, toh sekarang tokoh politik aja banyak yg bikin video porno, jadi tergantung sama band itu sendirilah :D

NB: Untuk konsep musik dan lirik, bagaimana konseptual prosesnya?
VD: bertahap,membuat dan memutuskannya secara bersama-sama

NB: Bagaimana cara kalian jika ada yang memprovokasi atau menentang musik dan lirik porno VxD?
VD: ah biarkan saja, dia sirik mungkin karena ga bisa seperti kami yg menciptakan dunia sendiri

NB: Bagaimana scene (tongkrongan) kalian? apa band Porno semua?
VD: Tidak juga, ada PUNK,DEATH METAL, THRASH METAL, BLACK METAL, GRINDCORE, SKA DLL ya masing-masing mempunyai jalurnya sendiri tapi tetap care :)

NB: Diantara kalian ada gak yang kesehariannya berhubungan sama hal-hal pornografi/Pornoaksi? seperti (misalnya) ada yang jadi bintang pornokah atau guru seksologikah?
VD: Tidak sih cuma untuk vocalis kami sedikit berpengalaman, beliau juga sudah mendapat gelar karena 2 kali kena penyakit kelamin karena kebebasannya dalam seks :(

NB: Silahkan pilih ... enakan mana? Memek atau Ganja?
VD: WADUH BERAT JAWABNYA ,dua-duanya mempunyai nilai kenikmatan yang sangat tak ternilai bikin soulfly dan croot hahaha mungkin ngeganja dulu baru tertawa bareng sama memek deh,seru pastinya :D

== xxx ==

VAGINA DENTATA Facebook (Biography, Discography, Download, Merchandise, Contact, Line Up, and Update)

Interview diambil dari Booklet CD GRIND ERECTION (split VAGINA DENTATA / KALYTERA)

DARI MULAI NIAT, INILAH 10 POIN MEMBUAT LABEL REKAMAN SENDIRI


Ada seorang teman bertanya ke gue tentang bagaimana membuat label rekaman (label records) sendiri? maksudnya label Di Ai Wai (beuh ...ngomongin Di Ai Wai lageee ... bosen! hehe). Jawaban pertama yang ada dipikiran gue adalah, "Jangan! kalo anda gak mencintai benar hal tersebut". Kenapa yang keluar dipikiran gue jawaban demikian? Ya, secara buat apa anda membuat itu kalo toh ketika pada akhirnya nanti anda kembali berhitung masalah untung-rugi atau minimal balik modal? permasalahannya disini bukan hanya itu kale' ... ada beberapa hal yang bikin kenapa sebuah label record sendiri itu bertahan walaupun minimalis. Salah satunya ya anda harus mencintai apa yang anda jalanin itu lah ... dan dimulai dari?? ya dimulai dari niat (jiahh ... kaya mau ibadah hehe), niatnya ya niat support, sebagai media distribusi karya-karya teman atau orang yang anda kenal. Kemudian cari tau dan terus cari tau sampe bener-bener tau betul tentang ngejalanin label records tersebut. Kesampingin dulu masalah eksistensi, ayo kita mulai dari yang terdekat, misalnya ngerilis band sendiri, atau band temen anda, kemudian band temennya temen, kemudian band temennya temen temen anda dan seterusnya ... sampe pada akhirnya disadari atau tidak, anda udah ngebuka jaringan anda sendiri, dan Jaringan inilah yang pada akhirnya meperkuat eksistensi label anda. Intinya, eksistensi itu gak perlu dicari, dia akan datang kok dengan sendirinya, dengan catatan anda konsisten dan mau terima apapun konsekuensinya ngejalanin label records sendiri walaupun minimalis.

Nah, ini gue bikin semacam konsep ngejalanin label records sendiri yang gue buat poin per poin, berikut poin-poin yang (mungkin) bisa anda terima sebagai masukan buat anda:

1. Niat

Langkah awal dimulai dengan niat, walaupun ada beberapa label juga gak niat tapi masih tetep jalan. Kalo niat gede kemampuan dan jaringan gak ada ya sama aja bohong hhe ... ada yang gak niat tapi karena punya kemampuan dan jaringan yang kuat, sampe sekarang masih noh berjalan.

2. Mempelajari

Langkah kedua adalah belajar atau memperdalam atau cari tahu bagaimana membuat dan menjalankan label rekaman (baik yang major atau indie label biar kita tahu mana yang lebih gampang atau enak kita jalanin sesuai kemampuan kita). Cari tahu ini bisa dengan bertanya atau bisa dengan mencari informasi (bahan bacaan), bisa juga dengan ‘dempetin’ terus temen yang sedang ngejalanin label rekaman.

3. Tentukan Jalur

Nah, setelah itu adalah menentukan tempat dimana kita mau berjalan, dalam artian ruang lingkup dari label yang kita mau buat. Otomatis kita kudu tahu atau sudah faham lah ruang lingkup atau medan atau jalur yang mau kita lewatin buat label yang kita buat ini. Misalnya elu mau buat label yang berniat ngerilis band-band dari genre Hardcore/Punk dan subgenrenya, ya otomatis elu kudu faham dulu dong tentang scene/genre musik Hardcore/Punk itu sendiri. Begitu juga dengan Metal, Hip Hop, Grunge, dan lain sebagainya.

4. Tujuan

Bikin jalur udah, sekarang kita nentuin tujuan dari kenapa kita bikin label. Buat senang-senangkah? Buat nyari duitkah? Buat sekedar nambahin koleksian aja kah? Atau buat mensupport band-band yang ada disekitar kita? .... atau buat semuanya?? Ya, itu dikembalikan kepada diri kita masing-masing aja ya ... hehehehe

5. Nama

Oke sekarang saatnya “MEMBUAT NAMA!!” ... nama terserah ente-ente dah ah ... mau serem kek, mau angker kek, mau politis kek, mau puitis kek, mau lucu kek, mau religi kek, mau gak nyambung kek ... UP YOUR ASS!! Lah hehehe ... yang penting sekali lagi dimulai dengan kaki kanan! (Hloh??! Beneran gak nyambung??).

6. Sumber Dana

Sekarang ini yang terpenting dan realistis aja ya, yaitu D.A.N.A . alias Dana alias Uang alias Duit alias Hepeng hehe ... kalo masalah ini kayaknya kembali ke poin nomer 1 dan nomer 4 deh. Ya niat dan tujuan kita buat bikin label rekaman tuh apa? Dan kemana? Kalo niat buat nyari duit ya carilah duit dalam kata lain modal, bisa minjem ke bank (?), atau ke temen, atau ke orang tua (?) biar bisa buat yang lebih menjual dan laku, terus kaya, terus dimusuhin discene (biasanya begitu disini mah ... iya kan? Yang kaya dari scene dimusuhin kan?? Hehe), atau niat kita bikin label buat sekedar senang-senang?? Ya itu maslah dana bisa didapat (biasanya) dari nyisihin uang saku atau uang gajian, karena ini masalah passion bukan lagi masalah jualan kaset/CD/Vynil, hal ini sama dengan ketika orang lain menyisihkan uang hasil jerih payahnya buat tamasya (baru lagi nih gue ngetik kata ‘tamasya’ hehe) atau rekreasi. Gak ngitung untung rugi yang penting disitu ada hasrat, ada gejolak, ada kesenangan, ada cokelat, ada keju, ada kacang, ada ada aja da ah ...

7. Jaringan

Masalah sumber dana udah ... (udahlah gak usah diambil pusing hhe) ... sekarang kita bikin jaringan. Jaringan ini penting! Karena jaringan inilah yang akan ngelebarin apa yang bakal dirilis oleh label rekaman kita nanti. Dan jaringan inilah yang akan mengantarkan kita ke band-band yang bakal kita rilis nantinya, jadi gak perlu kita butuh pencari bakat buat nyeleksi apa yang kita mau rilis, karena kita sebelumnya sudah menentukan jalur dimana kita nyaman (lihat poin nomer 3 diatas) otomatis kita jalan di jalur yang emang kita suka dan gak perlu ada seleksi-seleksian. Gimana cara buka jalur? Oke, pertanyaan ini kami jawab dengan pertanyaan “Ada berapa band yang anda suka disekeliling anda yang anda kenal atau mereka (band) kenal anda?” ... BUATLAH KOMPILASI!! FREE DOWNLOAD kalau perlu, tapi ingat! Jangan dipungut bayaran!! ... “Band yang saya kenal dan kenal dengan saya cuma 3 band bang emang bisa bikin kompilasi?” ... Bikin 3 way split! ... “Materinya kurang bang” ... Ada 3 band, kami yakin dari 3 band itu pasti kenal dengan maksimal 10 band lain, mintalah 3 band itu untuk ajak band lainnya, bilang aja gratis gak bayar, syaratnya mudah, cicilan ringan (hloh!!??) ulang ... bilang aja GRATIS!! LUMAYAN BUAT PROMOSI BAND, MATERI LAMA JUGA GAK APA APA ... Nah, kompilasi FREE DOWNLOAD itu band di promosikan oleh label kita, label kita di promosikan oleh si band (si band akan nge-share link downloadnya dong pasti ...), dari situlah jaringan label rekaman yang kita buat nyambung kemana-mana sampai pada suatu saat kita berniat merilis fisik nantinya. Setelah cukup lebar jaringan kita, mulailah beranikan diri ikut co-release (satu hasil fisik dirilis banyak label) satu proyek rekaman kalo ada label lain yang buka lowongan. Dengan co release biayapun gak terlalu besar keluarnya, karena sistemnya kolektif atau patungan atau pete pete dengan label lain yang ikut serta di proyek tersebut, dan hasilnyapun dibagi rata.

8. Mixing dan Mastering

Ada beberapa label yang terima beres materi dari band dan tinggal rilis itu gak masalah. Tapi ada juga beberapa band yang mau dirilis tapi band itu masih belom puas sama hasil rekamannya. Nah kasus ini sering kami alamin. Okelah kita label kecil, tapi bukan berarti kita asal-asalan juga kan?? nah mulailah belajar kutak katik software atau perangkat untuk mixing dan mastering, kalo waktunya mepet, ya mau gak mau cari kenalan yang bisa terus kita dampingin dia kerja mixingin materi yang kita mau rilis, sambil sesekali kita nanya-nanya cara mixing dan mastering sambil nyontek-nyontek gitu dehhh hehehe ... ini emang agak sulit dan lama, tapi kalau kita berkutat di label rekaman, mau gak mau ini harus kita fahami.

9. Materi Fisik

Kalau kita sudah siap dan percaya diri untuk merilis sendiri band atau kompilasi dalam bentuk fisik, sekarang saatnya kita belajar mengetahui membuat bentuk fisiknya tersebut. Dari mulai covernya, casing-nya, isinya atau formatnya (CD, kaset, atau Vynil). Disini kita bisa belajar desain sendiri, ya kalo ribet minta tolonglah sama teman yang bisa, untuk referensi bisa lihat cover yang udah ada. Setelah desain jadi, kita cetak deh ke media kertas atau buat yang perdana Foto Copy okelah gapapa, yang penting kebaca/keliatan jelas dan isinya (lagunya) ada. Kemudian untuk format didalamnya entah itu CD, kaset, atau vynil, kita bisa cari tahu (kembali) bertanya sama temen-temen yang ngerilis, atau tanya Mbah Google mungkin? Yang jelas sesuaiin aja dengan kemampuan kita, kalo emang kaset atau vynil gak ada yang CD okelah, pake aja CD-R biar kita bisa perbanyak sendiri, atau kaset lama ditiban di tape yang punya double deck? Oh iya jangan lupa, jualnya juga sesuaiin dengan kemampuan kita, kalo kita Cuma mampu bikin cover foto copy, jualnya jangan disamain sama yang covernya dicetak full color ya hehehe ... entar MENANG BANYAK laku kaga malah DIMUSUHIN luh hehehehe ....

10. Promosi 

Wah, materi fisik udah jadi nih, jaringan udah ada, sekarang saatnya promosi. Dijaman yang serba internet kaya sekarang ini masalah promosi mah itu enaklah bisa dibilang. Kita gak usah lagi jauh-jauh secara rutin ke gigs-gigs atau ke distro-distro atau kirim flyer buat promosiin rilisan kita. Buka aja bandcamp, purevolume, atau soundcloud, terus aplod dah beberapa lagu sample, kasih deh keterangan bahwa lagu ini terdapat di album yang kita rilis. atau bikin web atau akun Jejaring sosial di facebook, twitter, myspace, reverbnation, dan lainnya tentang label rekaman yang kita buat. Atau cara yang banyak dipake adalah bikin rilis semacam teaser atau kalo didunia makanan itu biasanya disebut sample/contoh rasa (free download) dua lagu yang didalamnya berisi flyer full album yang akan kita rilis. 

Cara lain buat promosi adalah lewat zine atau radio lokal atau amatir atau radio streaming yang berhubungan dengan genre dari musik band yang kita rilis. Atau bikin video mungkin? Video sederhana yang kemudian bisa kita aplod di Youtube terus kita share deh di jejaring sosial.

Oke itulah 10 poin yang semoga cukup dimengerti ... nulisnya sambil laper soalnya hha. Kalo gak ngerti silahkan cari info tambahan ditempat lain, siapa tahu ada poin yang bisa memperluas atau lebih spesifik lagi. Kalo ada kekuarangan ya silahkan ditambahin deh ya ... buat ongkos nih balik hehehe.

Ah udah ah ... selamat mencoba aja ya ... semoga sukses aja deh.




Salam Baca,
Redaksi NoiseblastMedia


LABEL REKAMAN, Masihkah Jadi Pegangan?




Hampir setiap orang yang bergelut di dunia musik baik itu solois atau group, salah satu tujuan untuk karir bermusiknya adalah untuk masuk dapur rekaman, membuat album, laku , sampai popular. Dan label rekaman lah yang bisa mewadahi itu semua. Mereka mengakomodir biaya produksi, promosi, bahkan ada sebagian dengan sengaja mengakomodir hal penunjang lain seperti untuk urusan gossip atau sensasi yag di harapkan bisa mendobrak penjualan albumnya. Ga semua sih, tapi ada lah.

Nah pertanyaannya. Di jaman yang serba bajak membajak ini, di jaman yang sudah jaraaang sekali orang peduli betapa membeli karya yang asli itu adalah nafas bagi pelaku industri musik tanah air. Apa masihkah label rekaman itu bisa jadi pegangan?

Sejatinya dalam pikiran setiap orang awam yang silau duluan akan gemerlap industri musik dan rekaman. Mungkin masuk menjadi bagian dari artis suatu label rekaman tertentu adalah suatu nilai kebanggan tersendiri. Tapi apa itu bisa berbanding lurus dengan semua hal yang di tawarkan seperti album yang laku, dan popular. Belum lagi pembagian hasil yang terpaut jauh antara si artis dan pemodal atau si produser rekamannya. Masihkah label rekaman besar menjadi tujuan seorang musisi untuk menempatkan karya-nya disana?

Sebuah pertanyaan yang di jawab oleh pertanyaan lainnya tentang sebuah rasa skeptis berada dalam negara yang entahlah apa masih ada orang yang berpikir jika suatu karya haruslah di hargai hak ciptanya atau ngga. Solusinya? Para label rekaman gede mensiasati dengan RBT (ring back tone). Sebuah system yang mengalihkan dari hasil produksi penjualan bentuk fisik seperti cd yang entahlah apa masih ada atau sebuah mitos? Hhe.

RBT sendiri mungkin sedikit lebih menguntungkan di banding jualan dalam bentuk fisik seperti cd tersebut, baik itu buat produser dan artisnya. Tapi jika beneran musisi, siapa sih yang mau lagunya hanya di denger beberapa detik doang. Apa masih bisa lagu yang disampaikan si musisi itu sampai di telinga pendengarnya?. Sebuah karya pun menjadi ‘meaningless’ dan lucunya si musisi ga keberatan karena ngerasa sudah di bayar dan mendapat untung oleh royalty RBT itu.

Lucuu? Iya lucu, ketika si produser berpikir biar lagunya laku, si artis berpikir gimana caranya bikin lagu yang laku, si konsumen berpikir lagu apa yang lagi hits biar dia ngehits pula. Sebuah kombinasi typical mainstreme yang susah banget buat di hilangkan. Karena apa? Karena cara pikir yang skeptis duluan yang menurutnya terlalu riskan untuk mengedepankan sebuah karya yang bagus di banding penjualan yang bagus. Tapi ya sudahlah industri memang seperti itu.

Cara paling kongkrit menyikapi tentang industri musik yang pincang ini adalah balik lagi ke si band-nya itu sendiri. Bagaimana ia menciptakan pasarnya sendiri, fan base yang kuat, musik yang berkarakter, yang sepertinya dengan cara seperti itu akan membuat si band atau musisinya akan bertahan lama di industri, baik itu mainstreme maupun non mainstreme. Balik lagi semua bagaimana kita mengelolanya. Musik yang dangkal akan di hargai dengan dangkal pula, menjadi mudah di cerna dan mudah di lupakan.

Logikanya sederhana sebenarnya. Dengan fan base yang hanya 1000 orang saja sebenarnya si band atau musisi itu bisa bertahan lama di industri, tapi dengan catatan semua fans-nya membeli rilisan fisiknya, datang ke konsernya, beli merchandise-nya. Karena yang membuat si musisi itu ada adalah para pendengarnya/penggemar. Maka dari itulah me-maintence fans itu perlu dan sebaiknya jangan ada jarak anatar si artis dan fans-nya.

Balik lagi ke pertanyaan apa label rekaman masih bisa jadi pegangan? Berarti jawabannya ada di tangan si penggemar dan bagaimana cara si artis me-maintence si fansnya agar tidak merasa bosan dengan karya yang coba si artis tawarkan. Dengan berbagai inovasi baru, musik yang fresh, lirik lagu yang membangun, juga kedekatan personal jika fans adalah friends.

Semoga industri ini terus ada, baik itu mainstreme maupun non mainstreme. Setiap musisi butuh wadah untuk berkarya. Karena hal yang paling ironis adalah ketika seorang musisi yang potensial pada akhirnya ragu memberikan karya-nya kepada industri karena alasan ketakutan akan stigma yang di bangun oleh label gede yang dimana pasar adalah segalanya. Yang pada akhirnya si musisi itu sendiri terjebak dalam keasikan mendengarkan lagunya sendiri tanpa berpikir jika apa yang ingin dia sampaikan itu sebaiknya sampai juga ke telinga banyak orang. Dan untuk itulah harusnya industri musik/label rekaman itu ada untuk menyampaikan atau sebagai perpanjangan tangan seorang musisi untuk berkarya.

Semoga harmoni dari keselarasan karya dan media bisa sejalan dengan apa yang seharusnya. Seharusnya seperti apa? Seperti nyanyian pagi yang menggambarkan jika esok mungkin hal baik itu pasti ada. Jka memang hari ini tidak.

@wenkywiradi

(sumber)

 
Bagikan